Ubah Motor Butut Jadi Bertenaga Listrik, Biayanya Rp10 Juta

Berita Otomotif

Ubah Motor Butut Jadi Bertenaga Listrik, Biayanya Rp10 Juta

JAKARTA – Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan program untuk mengkonversikan sepeda motor bermesin konvensional menjadi bertenaga listrik.

Program ini akan dilangsungkan secara bertahap mulai dari Agustus hingga November 2021. Pihaknya menargetkan dapat mengkonversi 100 unit sepeda motor.

“Ada sekitar 100 sepeda motor yang akan dikonversi. Nantinya konversinya akan melibatkan Siswa SMK dan UKM-UKM yang ada di sekitar kantor. Penghematan yang didapatkan adalah sekitar Rp120.000 per bulan,” ungkap Dadan Kusdiana, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM.

Motor Listrik

Tak hanya itu, Dadan mengatakan bahwa, dengan mengkonversi sepeda motor konvensional menjadi bertenaga listrik memiliki dampak positif pada perfoma kendaraan, tenaga sepeda motor meningkat cukup besar.

“Untuk sepeda motor bebek yang sebelumnya hanya memiliki tenaga sebesar 4,5 hp naik menjadi 5,4 hp. Memang 4,5 hp tersebut didapatkan karena usianya sudah 6 hingga 7 tahun,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa saat ini biaya untuk mengkonversi motor konvensional menjadi motor listrik masih membutuhkan dana besar. Untuk itu perlu kerjasama dengan UKM agar konversi bisa dilakukan dengan biaya lebih murah.

Motor Listrik

“Bila jumlahnya besar maka akan dilirik oleh industri komponen kendaraan. Industri komponen ini, kalau mereka memproduksi dalam skala besar itu akan bisa lebih murah, bisa lebih efisien. Biaya konversi ini masih Rp10 juta. Tapi sudah lumayan karena ketika masuk bengkel kondisinya butut dan keluar sudah baik,” terangnya.

Ia pun berharap kepada Kementerian Perhubungan untuk bisa melakukan sertifikasi atas modifikasi kendaraan yang telah dilakukan. Dengan demikian maka kendaraan bisa digunakan di jalan raya, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pemerintah saat ini memang tengah gencar dalam mempercepat perkembangan kendaraan listrik di Tanah Air.

Tak tanggung-tanggung, pada tahun 2030, pemerintah berharap jumlah kendaraan listrik bisa mencapai 2,2 juta. Jumlah ini diyakini dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi biaya impor bahan bakar. [Adi/Ses]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar