Jokowi Minta Toyota Terus Geber Ekspor

Berita Otomotif

Jokowi Minta Toyota Terus Geber Ekspor

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta Toyota menambah lagi volume ekspor mobil unit utuh (Completely Built-Up/CBU) mereka yang secara total sudah menembus sejuta unit selama lebih dari 30 tahun.

Toyota mulai mengekspor CBU dari Indonesia sejak 1987, dimulai dari pengiriman Toyota Kijang ke Brunei Darussalam. Kini, mereka mengekspor sekitar sembilan model yaitu Kijang Innova, Fortuner, Agya, Yaris, Rush, Avanza, Town Ace/Town Lite, Sienta, Vios ke berbagai negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin dan lain-lain.

Salah satu pabrikan otomotif terbesar dunia ini mengumumkan pencapaian ekspor lebih dari sejuta unit secara akumulatif melalui seremoni yang diadakan bersamaan dengan pengapalan 1.879 unit ke luar negeri pada Rabu (5/9/2018) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perayaan pencapaian dihadiri oleh Jokowi didampingi antara lain oleh Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian), Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagagangan), Pramono Anung (Sekretaris Kabinet) hingga Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan).

Turut hadir juga Masafumi Ishii (Duta Besar Jepang untuk Indonesia). Dan hadir pula Susumu Matsuda (Presiden Toyota Motor Asia Pacific) serta Warih Andang Tjahjono selaku Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) beserta segenap jajarannya.

Jokowi, dalam kata sambutannya, mengapresiasi torehan ekspor Toyota. Menurut dia, ekspor merupakan faktor penting penguatan ekonomi selain mendorong lebih banyak investasi.

"Tanpa dua itu, jangan harap bisa mencapai fundamental ekonomi yang kuat seperti yang kita inginkan. Kalau ekspor meningkat, defisit neraca perdagangan, current account deficit bisa diselesaikan. Saya instruksikan dalam satu tahun persoalan ini rampung sehingga tak setiap hari, setiap jam, harus memantau naiknya pergerakan kurs," ucap dia.

Jokowi juga memuji Toyota karena telah memenuhi komitmen investasi yang dijanjikan saat ia bertemu Akio Toyoda, Presiden Toyota Motor Corporation, pada 2015 di Jepang. Dalam waktu kurang dari tiga tahun, Toyota sudah menginvestasikan Rp 22,7 triliun demi target ekspor 217 ribu unit pada akhir 2018. Capaian ekspor pada Januari-Juli sendiri sudah lebih dari 117 ribu unit.

"Dua hal penting untuk perbaiki ekonomi adalah ekspor dan investasi. Toyota ini dua-duanya 'kena'. Ini nanti saya kejar lagi. Saya nanti akan ke Jepang. Kita ingin tambah lagi. Kita tak ingin kalah sama yang namanya Thailand," sebut Jokowi.

TMMIN, sebagai perusahaan perakit mobil-mobil Toyota di Indonesia selain PT. Astra Daihatsu Motor, menyatakan rasa bangganya bisa memberikan sumbangsih nyata bagi perkembangan industri otomotif Indonesia melalui kegiatan ekspor sehingga membantu pendapatan devisa negara. Mereka berharap bisa terus meningkatkan ekspor dari negeri ini.

"Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah Indonesia sehingga capaian ini bisa terwujud dengan baik. Kami berharap dukungan ini semakin besar sehingga ekspor ke negara-negara tujuan yang sudah eksis dapat ditingkatkan dan perluasan ke negara-negara tujuan baru dapat dilaksanakan," kata Warih. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar