Isi Daya Kendaraan Listrik Kini Bisa Dilakukan di Bandung

Berita Otomotif

Isi Daya Kendaraan Listrik Kini Bisa Dilakukan di Bandung

BANDUNG – Ridwan Kamil, Gubernur Jawa barat meresmikan Stasiun Pengisian Listrik Kendaraan Umum (SPKLU) di Jawa Barat.

SPKLU tersebut berlokasi di kawasan Gedung Sate Bandung dan merupakan sumbangan dari PT PLN (persero). Diharapkan dengan adanya SPKLU tersebut bisa mempercepat ekosistem kendaraan listrik khususnya di Jawa Barat.

"Ini menjadi simbol perubahan gaya hidup yang lebih responsif terhadap kebencanaan. Bencana itu salah satunya karena konsumsi energi fosil, dengan energi listrik setidaknya ikut mengurangi penggunaan energi berbahan baku fosil. Mobil listrik sudah lama ada namun pengembangannya terhambat karena lobi-lobi konglomerat, tapi sekaramg mau tidak mau harus dilakukan," ungkapnya.

Ia mengatakan dengan menggunakan mobil listrik maka akan terjadi penghematan dalam penggunaan BBM. Jika menggunakan mobil listrik dengan jarak 300 KM akan membutuhkan BBM seharga Rp 250 ribu. Tapi dengan mobil listrik hanya memerlukan biaya sekitar Rp 50 ribu.

DFSK
Namun, Ia mengakui bahwa saat ini kendaraan listrik di Indonesia masih memghadapi beragam tantangan. Mulai dari terbatasnya jumlah SPKLU hingga mahalnya harga kendaraan listrik sehingga membuat orang enggan untuk menggunakannya.

"Tantangannya adalah masih terbatasnya stasiun pengisian listrik. Selain itu harga kendaraan juga relatif lebih mahal. Dimasa depan ituharus dicari solusinya, " tuturnya.

Sementara itu Bob Saril, Direktur Niaga dan Manajemen Pelayanan PT PLN menjelaskan bahwa  sejatinya kendaraan listrik bisa diisi dayanya di rumah. Namun, rumah tersebut harus memiliki daya 1.300 Kwh untuk motor dan 3.500 Kwh untuk mobil.

"Kami tentunya juga akan terus menambah SPKLU, saat ini baru satu di Gedung Sate karena baru ada kendaraan mobil listrik disini," jelasnya.

Meski melihat bahwa kendaraan listrik di Jawa Barat baru ada di kota Bandung, Bob Saril melihat bahwa kendaraan listrik memiliki potensi yang sangat besar. Bahkan menurutnya, bukan tidak mungkin kendaraan listrik akan menjadi pilihan utama di masa depan.

"Taruhlah 10 persen kendaraan saat ini akan beralih ke listrik maka potensinya 600 MW. Demand PLN pun akan semakin baik," pungkasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar