Ini Peran Orangtua agar Anak tak Celaka saat Mengemudi

Panduan Pembeli

Ini Peran Orangtua agar Anak tak Celaka saat Mengemudi

JAKARTA – Para orangtua ternyata memiliki peran penting terhadap keselamatan di jalan.

Menurut National Highway Traffic Administration (NHTSA), para orangtua tidak hanya harus mengajarkan tentang keselamatan berkendara kepada anak-anak tapi juga mencontohkannya sejak dini, bahkan sebelum mereka mencapai usia layak untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Memang tidak mudah, namun penelitian menyebutkan bahwa remaja dan anak-anak cenderung meniru kebiasaan orangtua. Untuk itu sebagai orangtua, Anda bisa mulai dengan mencontohkan berkendara aman dan sesuai dengan aturan.

Ketika anak Anda mencapai usia remaja dan mulai belajar mengemudi, sebaiknya ciptakan beberapa peraturan yang jelas serta tetapkan konsekuensi bila sang anak melanggarnya. Dengan demikian, sang anak akan lebih disiplin dan mengemudi dengan aman dibanding Anda lepas begitu saja.

Tidak ada salahnya bila Anda membicarakan pada anak Anda terkait isu-isu keselamatan berkendara dan peraturan yang Anda buat termasuk hukuman-hukumannya.

Tuliskan aturan-aturan tersebut agar anak Anda ingat dan tidak melanggar aturan tersebut.

Jangan lupa untuk mengingatkan pada anak Anda bahwa mengemudi adalah sebuah keistimewaan, dan keistimewaan tersebut bisa hilang bila Ia tidak berkendara sesuai dengan aturan Anda.

Lantas, aturan-aturan apa saja yang sebaiknya termaktub dalam aturan tersebut?

  1. Dilarang minum minuman keras. Pengemudi muda (usia 15-20 tahun) tidak bisa membeli minum minuman keras secara legal, namun kenyataannya risiko terbesar kecelakaan yang melibatkan minuman keras justru ada di antara mereka. Kalaupun mereka beruntung dan selamat, maka mereka akan mendapat hukuman pidana.
  2. Selalu gunakan seatbelt. Penyakit pengendara muda adalah tidak menggunakan sabuk keselamatan. Jadi pastikan Anda selalu mengingatkan mereka untuk menggunakan sabuk pengaman. Ingatkan bahwa sabuk pengaman bukan hanya untuk menghindari kejaran polisi tapi merupakan fitur terbaik untuk melindungi nyawa saat kecelakaan.
  3. Tidak menggunakan handphone saat berkendara. Berbincang dengan menggunakan handphone saat berkendara dapat mengurangi waktu reaksi pengendara khususnya pengendara pemula. Sementara mengetik pesan singkat juga berbahaya karena mengalihkan pandangan dari jalan serta mengemudi hanya dengan 1 tangan.
  4. Pastikan mereka pulang sebelum pukul 10 malam. Berkendara di malam hari bukanlah pekerjaan mudah. Tingkat kecelakaan yang melibatkan pengemudi muda di malam hari terbilang tinggi.
  5. Jangan ada lebih dari 1 penumpang. Pengendara muda terbilang rentan terhadap tekanan. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Allstate Foundation, hampir setengah pengendara muda terganggu oleh penumpangnya. Dan lebih dari setengah pengendara muda berkendara lebih aman saat sendirian. [Adi/Syu/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support