Honda Buka Peluang Jadi Armada Taksi Online di Indonesia

Berita Otomotif

Honda Buka Peluang Jadi Armada Taksi Online di Indonesia

JAKARTA – Honda mengaku ada pendekatan-pendekatan dengan perusahaan ride sharing (taksi online) di Indonesia.

Sejauh ini Honda belum berkolaborasi dengan satu korporasi taksi online pun di Tanah Air. Tapi, Billy Yusak selaku Business Innovation, Sales, and Marketing PT. Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan pihaknya tak masalah jika ada perusahaan yang meminta mereka menyuplai armada taksi online dalam jumlah banyak.

Ia juga mengklaim penjajakan ke arah itu terjadi. Agen pemegang merek Honda di Nusantara tersebut menurutnya sudah melakukan pembicaraan dengan ‘pemain’ di sektor itu. Sayang, identitas korporasi masih Billy rahasiakan.

“Untuk penjualan fleet seperti itu (taksi online) kami terbuka kok. Kami belum bisa bicara sekarang sih, tapi pendekatan ada,” ucap dia beberapa waktu lalu di Kemayoran, Jakarta.

Sebagai informasi, pasar otomotif global saat ini sedang mengalami disrupsi. Salah satu pemicu disrupsi itu adalah masuknya era taksi online yang diramalkan bisa membuat orang-orang kelak tidak lagi berkeinginan membeli dan memiliki mobil pribadi.

Berbagai pabrikan otomotif dunia sekarang sudah menanamkan modal di perusahaan taksi online besar. Hyundai Motor Company serta Toyota Motor Corporation berinvestasi di Grab.

Mitsubishi Motors Corporation (MMC) membenamkan duit mereka di startup unicorn Indonesia, Go-Jek. Mereka bahkan mengungkapkan kolaborasi dengan Go-Jek akan menjadi strategi baru mereka menggeber bisnis di masa depan.

Tak hanya perusahaan-perusahaan global yang bergerak. Raksasa bisnis Indonesia, PT. Astra International, telah pula menanamkan modal di Go-Jek.

Astra malah sudah membentuk satu joint venture (perusahaan rintisan) baru dengan Go-Jek yang bergerak di bidang fleet. Namanya mencerminkan sasaran bisnis mereka: Gofleet.

Billy mengakui dunia otomotif global sedang mengalami disrupsi yang antara lain disebabkan oleh taksi online. Akan tetapi, tambah dia, keberadaan taksi online belum sampai mengganggu transaksi jual-beli retail di Nusantara.

Penurunan penjualan mobil nasional yang saat ini terjadi bukan disebabkan gangguan dari taksi online. Sekadar memberitahu, wholesales (distribusi ke dealer) dari Januari – Oktober kemarin turun 11,8 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelum menjadi 849.609 unit sedangkan retail (distribusi ke konsumen) turun 10,4 persen menjadi 847.164 unit.

“Belum, di Indonesia belum seperti itu,” tandasnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support