Mitsubishi Jadikan Go-Jek Senjata untuk Berkembang

Berita Otomotif

Mitsubishi Jadikan Go-Jek Senjata untuk Berkembang

JAKARTA – Mitsubishi Corporation mencari peluang bisnis baru di layanan mobilitas dengan mengandalkan Go-Jek, aplikasi ride sharing asal Indonesia, seiring dengan terjadinya perubahan besar di industri otomotif.

Kyoya Kondo, General Manager Automotive and Mobility Group Mitsubishi Corporation, meyakini bahwa persaingan masa depan berpusat pada mobil terkoneksi, mobil otonom, ride sharing dan mobil listrik. Kompetisi antara pemain industri otomotif di masa mendatang juga akan berkutat di layanan mobilitas.

Semua itu, menurut dia, bakal memberikan efek lebih besar ketimbang motorisasi. Karena itulah pihaknya akan menjadikan Go-Jek senjata andalan.

“Selama 60 tahun terakhir, kami mengekspansi operasi otomotif kami melalui kerja sama antara produsen mobil. Hal ini akan berubah,” ucap mantan Presiden Direktur PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia itu seperti dikutip dari Nikkei Asian Review pada akhir pekan ini.

Mitsubishi memilih Go-Jek ketimbang berbagai aplikasi ride sharing lainnya demi mencengkram Asia Tenggara yang merupakan pasar penting bagi mereka. Perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn ini sendiri dengan cepat melakukan ekstensifikasi bisnis dari sekadar ride sharing menjadi berbagai layanan lain termasuk uang elektronik.

Pergerakan Mitsubishi diawali dengan berinvestasi di Go-Jek pada awal Juli 2019. Penanaman modal dilakukan oleh Mitsubishi Corporation plus anak usaha merek, Mitsubishi Motors Corporation.

Sayang, nilai investasi tidak dipublikasikan. Pada akhir Juli, para eksekutif dari Mitsubishi Corporation maupun Mitsubishi Motors Corporation kemudian berkunjung ke kantor pusat perusahaan rintisan Nadiem Makarim tersebut di Jakarta.

Kolaborasi dengan Go-Jek akan menjadi titik tolak bisnis Mitsubishi di sektor mobilitas. Mitsubishi bahkan sudah membentuk tim khusus yang fokus pada strategi digital plus pengembangan bisnis di Go-Jek dalam rencana jangka menengah 2022.

“Kami akan berperan aktif sebagai partner strategis, bukan hanya selaku investor,” tandas seorang manager di Mitsubishi Corporation.

Bukan Mitsubishi saja raksasa otomotif yang membenamkan modalnya di Go-Jek. Selain itu, ada grup bisnis raksasa Indonesia PT. Astra International yang menangani operasi berbagai merek otomotif di Nusantara seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu dan Peugeot. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support