Honda Belum Berencana Pasarkan HR-V Turbo di Indonesia

Berita Otomotif

Honda Belum Berencana Pasarkan HR-V Turbo di Indonesia

JAKARTA – Honda belum ada rencana memasarkan HR-V turbo ke Indonesia dengan alasan tak menguntungkan dari sisi pajak.

HR-V yang dijual di Indonesia kini terdiri dari dua varian  mesin yaitu 1.5-liter dan 1.8-liter. Di luar pasar Indonesia, ada HR-V 1.5-liter turbo yang dijual di Jepang mulai akhir Januari 2019.

Tenaganya mencapai sekitar 180hp dan mendapatkan transmisi manual enam percepatan atau CVT. Torsi untuk transmisi manual 240 Nm, sementara bagi transmisi CVT 220 Nm.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT. Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan HR-V turbo sejauh ini belum masuk rencana produk baru untuk tahun depan. Ini berarti pada 2019 sport utility vehicle (SUV) Honda yang memakai mesin turbo masih satu model saja yaitu CR-V generasi terbaru.

“Untuk CR-V kami pakai turbo karena (dengan menggantikan) mesin 2.4-liter ke 1.5-liter turbo ada penurunan pajak penjualan barang mewah (PPnBM), jadi kenaikan harga mesin turbo bisa diserap oleh penurunan pajak. Harga mesin turbo aslinya mahal,” aku Jonfis via pesan singkat kepada Mobil123.com pada Senin (17/12/2018) sore di Jakarta.

Sebagai informasi, CR-V generasi terbaru mengaspal dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017. Mesin 2.4-liter di generasi lama dihilangkan dan disubtitusi oleh mesin 1.5-turbo tujuh penumpang plus mesin 2.0-liter lima penumpang.

PPnBM yang dikenakan untuk di Indonesia sendiri hingga saat ini cukup pelik, antara lain didasarkan atas kapasitas mesin. Contohnya pajak kendaraan non-sedan dengan sistem penggerak dua roda (4x2) berkapasitas mesin bensin/diesel tidak lebih dari 1.5-liter sebesar 10 persen,  sedangkan yang lebih dari 1.5-liter hingga 2.5-liter mencapai 25 persen.

Kemudian, mobil 4x2 berkapasitas mesin bensin/diesel di atas 2.5-liter hingga 3.0-liter dikenakan PPnBM 50 persen. PPnBM mobil-mobil di atas 3.0-liter bisa sampai 125 persen.

Sedan lebih mahal lagi. Sedan 4x2 bermesin kecil yaitu sampai dengan 1.5-liter saja dibebani PPnBM 30 persen.

Struktur PPnBM ini rencananya akan dirombak dan lebih disederhanakan. Perombakan PPnBM juga dilakukan dengan tujuan utama mempromosikan sedan, mobil hybrid dan mobil listrik, maupun mobil diesel. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar