Hari ke 4 Larangan Mudik, Ribuan Kendaraan Diputar Balik

Berita Otomotif

Hari ke 4 Larangan Mudik, Ribuan Kendaraan Diputar Balik

JAKARTA - Operasi Ketupat Covid-19 2020 yang telah dilangsungkan selama empat hari telah berhasil menindak sedikitnya 4.948 kendaraan.

Penindakan tersebut dilakukan dengan memutarbalikkan kendaraan yang hendak keluar dari wilayah Jabodetabek. Dengan penindakan ini diharapkan pemudik dapat membatalkan niat mereka untuk pulang kampung.

“Selama 4 hari ada 4.948 kendaraan roda empat diputar balik di (Pintu Tol) Bitung dan (Pintu Tol) Cikarang,” ucap Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Dirlantas Polda Metro Jaya.

Pada Operasi Ketupat hari keempat,Senin 27 April 2020, , kendaraan pribadi yang hendak keluar dari Pintu Tol Cikarang Barat, Jawa Barat dan Bitung, Tangerang masih mendominasi. Dari kedua titik tersebut ada dengan 737 kendaraan yang diputar balik. Sementara sisanya polisi memutarbalikkan kendaraan yang lewat jalur-jalur arteri.

“Jumlah kendaraan yang diputabalik dari jalan arteri sebanyak 170 kendaraan. Sehingga ada 907 kendaraan yang diputar balik di hari keempat,” ucap dia.

Jajaran Polri telah memulai Operasi Ketupat 2020 sejak Jumat 24 April 2020. Operasi ini bersamaan dengan dimulainya larangan mudik untuk warga di Jabodetabek, zona merah dan wilayah yang masuk dalam PSBB.

Presiden Jokowi sebelumnya mengeluarkan atura larangan warga untuk mudik demi menekan penyebaran virus corona. Larangan mudik ini berlaku hingga 31 Mei 2020. Dan akan ada sanksi bagi mereka yang melarang aturan larangan mudik ini.

Dalam kesempatan berbeda, Luhut Binsar Panjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Plt Menter Perhubungan pun menegaskan bahwa saat ini sanksi masih berupa putar balik. Sedangkan untuk sanksi denda masih belum diterapkan.

"Untuk sanksi lupakan dululah, soal ini tadi sudah disampaikan oleh Dirlantas Polda Metro, bahwa sanksi terberat suruh putar balik. Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian," tegas Luhut. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar