Ganti-Ganti Merek Oli Bikin Mesin Bermasalah, Mitos atau Fakta

Berita Otomotif

Ganti-Ganti Merek Oli Bikin Mesin Bermasalah, Mitos atau Fakta

JAKARTA – Mesin mobil maupun motor disarankan untuk tidak dijejali dengan oli dari berbagai merek, karena bisa menimbulkan masalah di kemudian hari.

Pabrikan oli menawarkan produk-produk yang diklaim bisa membuat performa mesin lebih baik. Di pasar aftermarket, tersedia beragam merek dan jenis oli ditawarkan dengan berbagai keunggulan. Banyaknya pilihan dengan segala paket promosi yang menarik, tentunya akan membuat calon konsumen tergiur.

Sekedar mengingatkan, manufaktur kendaraan memiliki standar tersendiri mengenai jenis pelumas yang digunakan. Setidaknya, pihak pabrikan mencantumkan jenis oli berdasarkan tingkat kekentalannya atau biasa dikenal viskositas.

Meskipun memiliki tingkat viskositas relatif sama, kerap mengganti-ganti merek oli, ternyata dapat menimbulkan masalah pada mesin. Meskipun menggunakan bahan dasar yang relatif sekalipun, setiap merek pasti memiliki kandungan aditif tertentu.

“Secara prinsip tidak ada perbedaan base oil yang digunakan, tapi yang membedakan adalah aditif yang dipakai. Jenis aditif yang digunakan masing-masing merek memiliki perbedaan, ditakutkan masing-masing aditif saling berlawanan dan pada akhirnya menimbulkan kerak atau gumpalan pada mesin,” ucap Agung Prabowo, Technical Specialist Heavy Duty Equipment PT Pertamina Lubricants dalam acara Ngobral Mobil123.com Kamis, 9 Juli 2020.
ganti-ganti merek oli

Dikatakan beberapa member komunitas melakukan flushing saat hendak mengganti merek oli pada mesin kendaraannya. Cara ini dianggap cukup efektif untuk mengatasi masalah yang mungkin terjadi, seperti disebutkan di atas.

Namun cara tersebut memakan lebih banyak biaya. Karena sebelum melakukan penggantian merek oli, sedikitnya konsumen memerlukan 2 takaran oli yang berbeda, saat flushing. Cara ini dianggap lebih boros. Pilihan lainnya adalah menyematkan carbon cleaner agar meminimalisir timbulnya kerak atau gumpalan pada mesin.

“Kalau sebelumnya mesin pakai oli merek A, lalu mau flushing pakai oli merek B supaya bisa menggunakan oli merek B tanpa masalah kan jatuhnya rugi. Lalu ada yang pakai metode carbon clean di komunitas, menurut saya selama mereknya sama tidak perlu carbon clean,” jelasnya kemudian.

Ia menambahkan jika tetap ingin menggunakan carbon cleaner, disarankan setelah tiga kali melakukan penggantian oli. Namun kembali lagi, jika merek dan jenis olinya tetap sama, maka langkah penggunaan carbon cleaner tidak terlalu diperlukan. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar