Gagal Dapat SIM, Pemohon Bisa Dapat Bimbingan Belajar dari Kepolisan

Berita Otomotif

Gagal Dapat SIM, Pemohon Bisa Dapat Bimbingan Belajar dari Kepolisan

BONDOWOSO – Membuat Surat Ijin Mengemudi (SIM) memang semakin ketat guna menjaga agar lalu lintas menjadi lebih tertib. Kepolisian Bondowoso, Jawa Timur membuat terobosan guna membantu masyarakat untuk mendapatkannya.

Tidak semua pemohon dapat lolos tes dengan semakin ketatnya pembuatan SIM. Namun bukan berarti yang tidak lulus ujian lantas tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka kini bisa melakukan persiapan yang lebih baik dengan mengikuti program baru yaitu Rabu, Sabtu, Remidi (Rasudi).

Rasudi sendiri dimaksud untuk memberikan pelatihan, uji coba pelaksanaan praktek serta pemahaman tentang uji praktek SIM yang akan dilaksanakan setiap hari Rabu jam 14.00 sampai 16.00 sedangkan di hari sabtu yakni jam 12.00 sampai 14.00.

“Program ini sangat membantu, setidaknya para pemohon SIM bisa memahami tentang uji praktek. Kami memberikan kesempatan bagi pemohon SIM yang gagal dalam ujian praktek, sehingga untuk tes berikutnya akan lebih mudah, kalau memang ada kekurangan maka Kami akan bantu,” ungkap AKP Budi Setiono, Kasat Lantas Bondowoso.

Ia pun menjelaskan bahwa sebenarnya tingkat kelulusan SIM di Bondowoso masih terbilang tinggi. Sedikitnya 70% pemohon SIM lulus ujian dan berhak mendapatkan SIM yang mereka inginkan. Namun jumlah tersebut bisa lebih ditingkatkan di masa depan.

 “Dengan adanya Program Rasudi ini tentunya akan membantu para pemohon SIM. Syukur-syukur tingkat kelulusan bisa 90 persen” ungkapnya.

Saat ini untuk mendapatkan SIM memang terbilang lebih ketat. Di sejumlah daerah, selain harus lulus ujian, mereka juga diwajibkan untuk lulus psikotest. Langkah ini dilakukan agar pengemudi kendaraan memiliki tingkat emosi yang stabil dan tidak meledak-ledak. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar