Fitur Keselamatan Justru Buat Pengendara Lengah

Panduan Pembeli

Fitur Keselamatan Justru Buat Pengendara Lengah

CALIFORNIA - Fitur keselamatan yang canggih dalam sebuah mobil rupanya justru disalah gunakan oleh sejumlah pengendara.

Belakangan ini, kebanyakan kendaraan telah dilengkapi dengan sejumlah fitur keselamatan canggih seperti blind-spot detection dan lane-keeping assist. Sayangnya, berdasarkan penelitian  AAA Foundation for Traffic Safety ditemukan bahwa fitur tersebut sering salah diartikan oleh penggunanya.

Para pengguna tidak paham atas batas kemampuan fitur tersebut. Sehingga, bukannya mengurangi resiko berkendara, mereka justru mengemudi dengan cara yang salah dan meningkatkan resiko kecelakaan. Penemuan ini pun membuat para peneliti menilai perlunya pendidikan kepada pembeli mobil terhadap fitur-fitur keselamatan yang ada.

“Ketika dimanfaatkan dengan tepat, Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dapat mengurangi resiko kecelakaan sebesar 40 persen dan mengurangi resko kematian di jalan hingga 30 persen. Namun pemahaman pengemudi dan penggunaan yang tepat sangat penting untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sistem ini,” tutur  Dr. David Yang, Executive Director of the AAA Foundation for Traffic Safety.

Berdasarkan penelitian tersebut, ada beberapa poin penting yang menjadi sorotan.

Pertama adalah hampir 80 pengen pengendara yang menggunakan blind-spot monitoring systems tidak memperhatikan batasan dari fitur tersebut. Mereka yakin bahwa fitur tersebut akan mendeteksi kendaraan lain secara akurat termasuk kendaraan dengan kecepatan tinggi, pesepeda dan pejalan kaki. Padahal, sistem tersebut hanya bisa mendeteksi kendaraan yang ada pada blind spot pengemudi.

Kedua, 40 persen responden tidak mengerti keterbatasan forward collision warning (peringatan dini sebelum kecelakaan depan), Automatic Emergency Braking Systems (rem darurat otomatis) atau mereka bingung dengan keduanya.

Mereka yakin bahwa mobilnya telah dilengkapi Automatic Emergency Braking Systems. Padahal, kenyataannya mobil mereka hanya memberi sinyal sebelum terjadi kecelanaan. Bahkan satu dari enam orang yang disurvey mengaku bahwa dirinya tidak tahu bahwa mobilnya telah menghadirkan automatic emergency braking.

Selanjutnya, satu diantara empat responden mengaku cukup merasa percaya diri terhadap blind-spot monitoring dan rear cross traffic alert systems. Akibatnya mereka menjadi kurang melakukan pemeriksaan sekeliling kendaraan secara visual.

Dan yang keempat, hampir seperempat pengemudi mengaku bahwa mereka merasa tenang dalam melakukan pekerjaan lain saat mengemudi. Ini karena menurut mereka dapat bergantung pada forward collision dan lane departure warning systems. [Adi/Ari]

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar