Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Ferrari Terpaksa Sunat Profit Demi Siasati Kenaikan Pajak Impor Ferrari Terpaksa Sunat Profit Demi Siasati Kenaikan Pajak Impor Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 03 October 2018 11:00 TANGERANG – Ferrari memilih mengurangi keuntungan mereka secara cukup signifikan agar tetap dapat berbisnis di tengah kebijakan pembatasan impor.Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah mengurangi impor 1.147 barang, termasuk mobil. Ini dilakukan sebagai upaya memulihkan neraca perdagangan sekaligus nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang terus melemah sejak awal tahun.Untuk mereduksi impor mobil, pemerintah menaikkan Pajak Penghasilan (PPh) 22 dari 7,5 persen menjadi 10 persen plus menyamaratakan bea masuk menjadi 50 persen. Kebijakan ini diakui oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia paling mencederai bisnis mobil-mobil premium asal Eropa.Arie Christopher, Chief Executive Ferrari Jakarta, menjelaskan bahwa kebijakan ini sangat mempengaruhi harga jual mereka di Indonesia. Namun, kenaikan pajak impor terpaksa mereka serap karena daya beli konsumen mobil-mobil supercar pun belum pulih. Artikel terkait Pembatasan Impor, Pabrikan Mobil Jepang Aman sementara Eropa Ketar-Ketir Berita Otomotif 07 September 2018 Toyota Bicara Dampak Pembatasan Impor pada Penjualan 10 Model Berita Otomotif 10 September 2018 Ferrari Lawas Dibanderol Rp 121 Miliar Berita Otomotif 20 January 2015 “Pasti margin (keuntungan) kami akan turun banyak. Kami akan banyak serap kenaikan pajak. Tapi kalau bicara angka pasti kenaikan harga berapa, saya enggak bisa sebut di sini,” aku Arie ketika datang ke pameran mobil bekas Hot Deals Carnival Mobil123.com pada akhir pekan lalu di Gading Serpong, Tangerang.Dampak kenaikan pajak impor sendiri sudah terasa ke bisnis Ferrari. Banyak konsumen mereka yang meminta kepastian kepada distributor resmi.“Para konsumen ingin mendapatkan kepastian. Misalnya soal kami masih bisa impor atau enggak, akan terus berbisnis atau enggak. Seperti itu lah kurang-lebih,” Arie.Sayang, dia tidak bersedia menyebut volume penjualan mereka sejauh ini maupun penurunan yang dialami akibat pembatasan impor. Ia hanya menjelaskan tidak ada rencana pengenalan produk yang mundur karena supercar anyar selanjutnya untuk pasar Indonesia baru bakal mengaspal tahun depan.Kurang TepatFerrari menilai kebijakan pembatasan impor yang benar-benar memukul pabrikan mobil premium kurang tepat. Pasalnya, walaupun seluruh model mereka masih diimpor, volumenya sangat kecil jika dibandingkan besar pasar otomotif nasional yang melebihi 1 juta unit per tahun.“Segmen volume mobil supercar itu, kan, kecil banget. Mungkin enggak sampai satu persen pasar. Jadi sebetulnya anggapan supercar menghabiskan devisa negara sih menurut saya enggak tepat,” ucap Arie.Karena itu, dia berharap pemerintah dapat meninjau ulang kebijakan tersebut. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait pajak impor pembatasan impor kenaikan pajak impor Ferrari Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Ferrari Terpaksa Sunat Profit Demi Siasati Kenaikan Pajak Impor Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 03 October 2018 11:00 TANGERANG – Ferrari memilih mengurangi keuntungan mereka secara cukup signifikan agar tetap dapat berbisnis di tengah kebijakan pembatasan impor.Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah mengurangi impor 1.147 barang, termasuk mobil. Ini dilakukan sebagai upaya memulihkan neraca perdagangan sekaligus nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang terus melemah sejak awal tahun.Untuk mereduksi impor mobil, pemerintah menaikkan Pajak Penghasilan (PPh) 22 dari 7,5 persen menjadi 10 persen plus menyamaratakan bea masuk menjadi 50 persen. Kebijakan ini diakui oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia paling mencederai bisnis mobil-mobil premium asal Eropa.Arie Christopher, Chief Executive Ferrari Jakarta, menjelaskan bahwa kebijakan ini sangat mempengaruhi harga jual mereka di Indonesia. Namun, kenaikan pajak impor terpaksa mereka serap karena daya beli konsumen mobil-mobil supercar pun belum pulih. Artikel terkait Pembatasan Impor, Pabrikan Mobil Jepang Aman sementara Eropa Ketar-Ketir Berita Otomotif 07 September 2018 Toyota Bicara Dampak Pembatasan Impor pada Penjualan 10 Model Berita Otomotif 10 September 2018 Ferrari Lawas Dibanderol Rp 121 Miliar Berita Otomotif 20 January 2015 “Pasti margin (keuntungan) kami akan turun banyak. Kami akan banyak serap kenaikan pajak. Tapi kalau bicara angka pasti kenaikan harga berapa, saya enggak bisa sebut di sini,” aku Arie ketika datang ke pameran mobil bekas Hot Deals Carnival Mobil123.com pada akhir pekan lalu di Gading Serpong, Tangerang.Dampak kenaikan pajak impor sendiri sudah terasa ke bisnis Ferrari. Banyak konsumen mereka yang meminta kepastian kepada distributor resmi.“Para konsumen ingin mendapatkan kepastian. Misalnya soal kami masih bisa impor atau enggak, akan terus berbisnis atau enggak. Seperti itu lah kurang-lebih,” Arie.Sayang, dia tidak bersedia menyebut volume penjualan mereka sejauh ini maupun penurunan yang dialami akibat pembatasan impor. Ia hanya menjelaskan tidak ada rencana pengenalan produk yang mundur karena supercar anyar selanjutnya untuk pasar Indonesia baru bakal mengaspal tahun depan.Kurang TepatFerrari menilai kebijakan pembatasan impor yang benar-benar memukul pabrikan mobil premium kurang tepat. Pasalnya, walaupun seluruh model mereka masih diimpor, volumenya sangat kecil jika dibandingkan besar pasar otomotif nasional yang melebihi 1 juta unit per tahun.“Segmen volume mobil supercar itu, kan, kecil banget. Mungkin enggak sampai satu persen pasar. Jadi sebetulnya anggapan supercar menghabiskan devisa negara sih menurut saya enggak tepat,” ucap Arie.Karena itu, dia berharap pemerintah dapat meninjau ulang kebijakan tersebut. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait pajak impor pembatasan impor kenaikan pajak impor Ferrari
Pembatasan Impor, Pabrikan Mobil Jepang Aman sementara Eropa Ketar-Ketir Berita Otomotif 07 September 2018
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...