Penjualan Ferrari di Indonesia Diselamatkan Bisnis Mobil Bekas

Berita Otomotif

Penjualan Ferrari di Indonesia Diselamatkan Bisnis Mobil Bekas

JAKARTA – Bisnis mobil bekas menyelamatkan penjualan Ferrari di Indonesia tahun ini, saat kondisi ekonomi masih menantang dan daya beli konsumen di sektor roda empat masih tertahan.

Chief Executive Officer Ferrari Jakarta Arie Christopher mengakui kondisi ekonomi Indonesia belum pulih dan bahkan orang-orang kaya pun secara umum masih menahan pengeluaran untuk kendaraan baru. Namun, ia mengklaim Ferrrari masih mengalami pertumbuhan penjualan meski kecil.

Adapun alasan utamanya adalah bisnis mobil bekas Ferrari, yang mereka sebut sebagai ‘pre-owned’ car. Selain itu, skema trade-in atau tukar-tambah Ferrari lama dengan baru juga membantu.

“Ketika penjualan mobil lagi lesu. Di saat itu pula bisnis pre-owned car akan naik. Seperti saat ini,” buka Arie..

Menurut dia, bisnis mobil bekas Ferrari tumbuh cukup signifikan dalam dua tahun terakhir. Harga Ferrari bekas yang cukup rendah ia nilai menjadi penyebabnya.

“Pre-owned car tumbuhnya cukup signifikan dalam dua tahun terakhir. Hampir 50 persen jika dibandingkan dengan 2016,” papar Arie lagi.

Skema tukar-tambah, di sisi lain, saat ini menyumbang 30 persen dari penjualan Ferrari. Sebanyak 70 persen sisanya datang dari pembelian secara langsung, baik mobil baru maupun bekas.

Berbekal dua strategi tersebut, Ferrari masih mampu menahan kenaikan harga kendaraan impor mereka akibat nilai tukar rupiah yang sedang sangat  lemah terhadap dollar AS beberapa bulan belakangan. Sebagai informasi, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor),  kurs rupiah sempat menembus Rp14.205/dollar AS pada 24 Mei dan pada 4 Juni berada di level Rp 13.872/dollar AS.

“Sampai saat ini sih kami belum ada rencana menaikkan harga. Berapa lama harga tetap? Kita lihat saja. Kita, kan, berharap rupiah tidak makin melemah terus,” tandas Arie.

Penjualan Ferrari di Indonesia masih didominasi oleh sports segment dibanding Grand Tourer segment. Arie menjelaskan kontribusinya segmen sport car masih mencapai kisaran 60 persen.

“Sekarang yang pasti masih sports segment. Tulang punggung kami masih 488 GTB, 488 Spider, dan model-model sports segment lain. Model-model mid-engine. Mungkin sekarang masih 60 persen. Sisanya Grand Tourer seperti GTC4Lusso, GTC4Lusso T, Portofino,” paparnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual