Fantastis, Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Meroket pada 2021

Berita Otomotif

Fantastis, Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Meroket pada 2021

JAKARTA  - Penjualan mobil listrik di Indonesia pada 2021 menunjukkan perkembangan luar biasa. Dari semua teknologi elektrifikasi, mobil hybrid berkontribusi paling signifikan.

Sekadar informasi, teknologi mobil listrik secara garis besar dibagi menjadi tiga. Ada hybrid, plug-in hybrid (PHEV), serta mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV).

Hybrid dan PHEV masih mengombinasikan mesin konvensional dengan baterai dan motor penggerak. Bedanya, baterai pada PHEV bisa dicas dari sumber eksternal, sementara pada hybrid tidak.

Adapun mobil listrik murni sudah benar-benar mengandalkan baterai dan motor penggerak, sehingga tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM) sama sekali.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, dalam diskusi virtual bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot) beberapa waktu lalu, memaparkan data yang menunjukkan pesatnya penjualan mobil listrik dari segala teknologi tersebut di Nusantara.

Mobil hybrid, PHEV,  mobil listrik murni secara akumulatif mampu terjual 2.857 unit secara wholesales (distribusi ke diler/untuk stok) pada Januari-November 2021. Padahal, pada 2020, selama setahun penuh penjualannya masih 1.324 unit.

Lonjakan penjualan terjadi ketika Indonesia masih ‘dihantui’ pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020.

Di sisi lain, komposisi penjualan mobil hybrid, PHEV, dan mobil listrik murni masih kisaran 0,4 persen dari total pasar mobil nasional Januari-November 2021 yang secara wholesales mencapai 790.524 unit.

“Kalau dibandingkan dengan yang lain (mobil pembakaran internal/internal combustion engine--Red), ini memang rasionya masih rendah dan perlu kita tingkatkan,” ucap Kukuh.

Data Januari-Desember, sayangnya, belum tersedia. Biasanya, Gaikindo merilis data termutakhir setiap pertengahan bulan.

Mayoritas Mobil Hybrid

Dari tiga teknologi elektrifikasi kendaraan yang telah dipaparkan, mobil hybrid berkontribusi paling besar terhadap penjualan wholesales Januari-November 2021. Volumenya menyentuh 2.136 unit.

Pada tahun penuh 2020, angkanya hanya 1.191 unit.

Mobil listrik murni alias BEV ada di peringkat kedua dengan volume 675 unit. Sepanjang 12 bulan 2020, penjualannya hanya 125 unit.

Terakhir ialah PHEV yang membukukan penjualan 46 unit. Adapun performanya pada tahun penuh 2020 cuma 8 unit.

Mulai 16 Oktober 2021, era mobil listrik resmi hadir di Indonesia. Ini ditandai dengan penerapan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dengan tarif spesial.

Mobil hybrid, PHEV, maupun mobil listrik murni mendapatkan tarif PPnBM antara 0-12 persen.

Pada 2035, pemerintah menargetkan produksi 1 juta unit mobil listrik di Tanah Air. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar