Ekspor Mobil Perdesaan ke Nigeria Bahan Studi untuk Negara Selanjutnya

Berita Otomotif

Ekspor Mobil Perdesaan ke Nigeria Bahan Studi untuk Negara Selanjutnya

JAKARTA – Ekspor mobil perdesaan ke Nigeria akan dipelajari dengan seksama, untuk mengetahui kebutuhan negara-negara tujuan yang lain.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, pada akhir Agustus produsen mobil perdesaan—disebut juga AMMDes atau Alat Mekanis Multiguna Perdesaan—memulai ekspor perdana ke Nigeria. Akan tetapi, jumlahnya baru tiga unit dengan tiga tipe berbeda karena masih masa penjajakan untuk mengetahui apa kebutuhan mereka.

Ternyata, ekspor ke Nigeria pun akan digunakan sebagai bahan studi sebelum menyasar negara tujuan yang lain. Pasalnya, produsen kendaraan ini tidak hanya mengincar Nigeria saja, tapi negara-negara dunia ketiga yang lain.

“Tentunya, di setiap negara, perlu juga melihat dan mempelajari penerimaan produk kami. Ekspor kami ke Nigeria yang 3 unit itu sebagai tahap awal melihat karakteristik di tiap negara. Ini jadi pembelajaran untuk ekspor-ekspor selanjutnya. Kami akan melihat bagaimana penerimaannya dan peningkatan produktivitasnya seperti apa. Tentu ini menjadi dasar untuk mempelajari negara-negara lain,” papar Rio Sanggau selaku Chief Executive Marketing PT. Astra Otoparts dalam konferensi pers virtual AMMDes Digimodz 2020 beberapa waktu lalu.


Sekadar mengingatkan, mobil perdesaan atau AMMDes merupakan produksi dari PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI). KMWI kini dimiliki sepenuhnya oleh PT. Velasto Indonesia, anak perusahaan dari PT. Astra Otoparts.

Proyek bersama pemerintah dan KMWI ini bertujuan menciptakan kendaraan yang mampu membantu berbagai aktivitas ekonomi maupun sosial di perdesaan. Sejauh ini, kendaraan tersebut sudah memiliki 19 aplikasi. Di antaranya adalah aplikasi penjernih air, pompa irigasi pertanian, water tank, hingga ambulance feeder.


Dalam AMMDes Summit 2019 di Serpong, Tangerang, produsen sempat menyatakan rencana ekspor ke 49 negara. Akan tetapi, ketika dimintai pernyataan soal perkembangannya, Rio menjawab diplomatis.

“Memang pada waktu AMMDes Summit 2019 itu ada rencana ekspor ke negara-negara selain dari Nigeria,” tukas dia.

Mobil perdesaan diproduksi di pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tercatat oleh PT. Surveyor Indonesia adalah 40,69 persen.

“Tapi sudah semakin banyak komponen-komponen kami lokalkan dan mungkin kami akan ajukan survei ulang untuk dapat angka aktual. Saya kira sudah lebih dari 50 persen,” aku Reiza Treistanto, Presiden Direktur KMWI. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar