Esemka Senyap, Mobil Perdesaan Kembali Beraksi Saat Pandemi Corona

Berita Otomotif

Esemka Senyap, Mobil Perdesaan Kembali Beraksi Saat Pandemi Corona

JAKARTA – Esemka dan AMMDes (Alat Mekanis Multiguna Perdesaan), memperlihatkan sepak terjang berbeda saat pandemi virus Corona. Esemka cukup lama sunyi senyap tanpa kabar, sementara kendaraan kedua—yang sering disebut juga sebagai mobil perdesaan—menunjukkan kontribusi selanjutnya dalam penanggulangan pandemi.

Dua kendaraan ini sering digadang-gadang pemerintah sebagai karya anak Bangsa. Pertama kali muncul saat Presiden Joko Widodo menjadi Walikota Solo, nama Esemka timbul-tenggelam dan baru memperkenalkan produk serta pabriknya secara resmi pada awal September 2019.

Selanjutnya, kabar pikap Esemka yang bernama Bima dibeli oleh berbagai institusi pemerintah muncul selama beberapa bulan pascapeluncuran. Namun, setelah itu, merek ini kembali ‘menghilang’.

Mobil perdesaan atau AMMDes, di sisi lain, merupakan proyek pemerintah yang diserahkan kepada PT. Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI)—perusahaan gabungan (joint venture) dua anak usaha PT. Astra Otoparts dengan PT. Kiat Inovasi Indonesia. Kendaraan yang ditujukan untuk menggerakkan ekonomi perdesaan ini kemudian diberi merek KMW.

Esemka, sejak akhir 2019 sampai Indonesia dilanda pandemi Corona pada Maret – April 2020 ini, masih sunyi senyap. Sementara, AMMDes pekan lalu unjuk gigi dengan kabar menjadi moda transportasi di Lebak, Banten untuk sosialiasi penanggulangan dan pencegahan Corona.

KMWI, menurut keterangan resmi terbaru Kementerian Perindustrian pada Minggu (19/4/2020), kemudian telah merancang AMMDes Water Tank yang berfungsi sebagai penyemprot cairan disinfektan untuk kembali membantu penanganan virus bernama resmi Covid-19 ini. Kendaraan yang memang bisa diubah untuk berbagai keperluan ekonomi/sosial itu dilengkapi dengan tanki berkapasitas 600 liter.

“Kami sangat mengharapkan AMMDes-KMW dapat menyediakan beragam kemudahan bagi masyarakat pedesaan, termasuk ikut berperan dalam percepatan penanganan Covid-19 di tanah air,” kata Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin dalam pernyataan pers.

Putu percaya mobil perdesaan yang telah disulap menjadi penyemprot disinfektan mampu menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau kendaraan besar. Mobil yang diklaim punya komponen lokal 70 persen ini, menurutnya dirancang untuk medan ekstrem dengan adanya differential lock dan ban yang bisa disesuaikan dengan kontur medan.

Reiza Treistanto, Presiden Direktur KMWI menyatakan AMMDes Water Tank merupakan bentuk dukungan bagi pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tanah air. Penyemprotan, tambah dia, kelak dilakukan bekerjasama dengan camat, lurah, puskesmas, RT, RW serta tokoh masyarakat.

Penyemprotan disinfektan dengan unit AMMDes Water Tank dilakukan di tempat-tempat yang diyakini beresiko tinggi. Misalnya taman tempat masyarakat berkumpul, tempat ibadah yang masih didatangi masyarakat secara terbatas, pasar sayur pagi serta pos keamanan.

“AMMDes dengan aplikasi Water Tank ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi. Selain untuk fungsi penyemprot cairan disinfektan yang saat ini sedang kami distribusikan ke beberapa tempat, unit ini juga dapat ditandemkan dengan unit AMMDes-KMW penjernih air,” paparnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar