Hyundai Bikin Mobil di Indonesia Mulai 2021

Berita Otomotif

Hyundai Bikin Mobil di Indonesia Mulai 2021

JAKARTA - Hyundai dikabarkan mulai melakukan perakitan di Indonesia dua tahun dari sekarang.

Merek mobil asal Korea Selatan ini, menurut Airlangga Hartarto selaku Menteri Perindustrian, bakal segera merealisasikan rencana investasi pabrik di Indonesia. Jenis kendaraan yang kelak diproduksi pun beragam.

“Hyundai telah menegaskan komitmen mereka untuk segera memulai investasi di Indonesia," kata Airlangga, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Perindustrian yang diterima Mobil123.com.

Informasi ini sendiri diterima menteri dari Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut dari Park Hong Jae, Executive Vice Presiden PT. Hyundai Motor Company (HMC). Keduanya bertemu di Seoul pada Selasa (25/6/2019) kemarin.

“Mereka akan mulai produksi pada 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun,” tukas Airlangga.

Lebih lanjut, merek yang satu grup dengan Kia ini bakal membuat sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV), hatchback, serta sedan di pabrik yang baru. Di samping itu, Hyundai nantinya merakit pula mobil listrik di Indonesia. Sayang, model-model bermesin konvensional maupun yang berbahan bakar alternatif tidak dijelaskan.

Pabrik ini, selain ditujukan bagi pasar domestik, juga dijadikan sebagai basis produksi ekspor. Sejauh ini, ada dua target ekspor yang sudah dibeberkan.

Selain menyasar pasar Asia Tenggara, mobil-mobil Hyundai buatan Indonesia pun nantinya dikapalkan ke Australia.

“Targetnya, sebanyak 47 persen produksi untuk pasar domestik dan 53 persen untuk ekspor,” tandas Airlangga lagi.

Rencana Hyundai membuat pabrik di Asia Tenggara terendus sejak Desember 2017. Opsinya adalah Indonesia atau Vietnam, namun akhirnya mereka memilih negara yang disebutkan pertama.

Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, mengatakan Hyundai berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia sejak Januari 2018.

Salah satu sebab Hyundai, memilih Indonesia, menurutnya, adalah ketersediaan bahan baku baterai mobil listrik.

“Indonesia memiliki bahan baku bijih nikel yang bisa digunakan untuk produksi baterai lithium-ion sebagai komponen penting kendaraan listrik,” ungkapnya.

Sung Yun Mo, Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan menambahkan penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan meliputi banyak sektor industri. Tidak hanya sektor industri baja dan kimia, tetapi juga akan menyasar ke sektor industri otomotif. Bahkan, investasi ini dinilai penting karena dapat memperdalam struktur manufaktur dan meningkatkan daya saing industri di Indonesia.

 “Kerja sama otomotif juga membuka kesempatan untuk penyedia komponen, dengan kebutuhan komponen kendaraan yang cukup banyak, ini bisa memperkuat juga IKM di Indonesia. Kerja sama ini sangat berarti, karena akan meningkatkan daya saing, dan berkontribusi terhadap ekosistem industri yang lebih sehat,” paparnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar