DFSK: Konsumen Indonesia Sudah Bisa Menerima Mobil China

Berita Otomotif

DFSK: Konsumen Indonesia Sudah Bisa Menerima Mobil China

JAKARTA – Dongfeng Sokon (DFSK) memasuki tahun kedua berjualan di Indonesia. Mereka menilai konsumen – konsumen Indonesia sudah menerima mobil yang ditawarkan oleh merek China.

DFSK memulai distribusi ke dealer-dealer di Indonesia pada 2017, tapi penjualan ke konsumen baru berlangsung pada 2018. Sebelum itu, mereka sudah mendirikan pabrik berkapasitas 50 ribu unit setahun di Cikande, Serang, Banten.

Sejauh ini sudah tiga model yang mereka pasarkan di Tanah Air. Dua di antaranya adalah sport utility vehicle (SUV) yakni Glory 560 seharga Rp 200 juta-an serta Glory 580 berbanderol Rp 300 juta-an. Ada pula pikap kecil Super Cab di sektor kendaraan komersial.

“Kalau melihat dari perkembangan kami, penjualan jelas ada pertumbuhan. Dari tahun ke tahun memang bagus. Kami melihat konsumen sudah bisa menerima produk-produk kami dan mungkin juga ‘produk China’,” ucap Arviane Dahniarny, Public Relations and Digital Manager PT. Sokonindo Automobile meladeni pertanyaan Mobil123.com ketika ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dua merek mobil China di Indonesia, DFSK serta Wuling, sama-sama masuk dengan strategi harga yang teramat kompetitif—bahkan menyenggol mobil segmen di bawah model mereka—tapi dengan fitur banyak plus canggih. Ada yang menyebut mobil China sebagai perusak harga pasar tapi Ane, sapaan akrab Arviane, menolak istilah ini.

“Kami, sih, tidak menganggapnya merusak harga pasar. Kami hanya memberikan sesuatu yang sesuai dengan kapasitas produknya,” respons dia.

Ane lalu menyebut taktik memberi harga sangat kompetitif dengan fitur lebih sebagai alasan penerimaan konsumen Indonesia terhadap mobil-mobil China, termasuk mobil mereka. Pasalnya, hal ini masih amat penting bagi kebanyakan masyarakat Indonesia.

“Kalau kami belajar dari riset internal kami, konsumen masih melihat sisi ekonomis. Itu masih jadi pilihan nomor satu mereka ketika melakukan pembelian unit, apalagi unit DFSK. Jadi, ya, mau enggak mau persoalan value for money, ditambah fitur yang menurut mereka lebih dengan harga yang ada, juga dengan kualitas tetap terjaga, akhirnya menjadi perhatian serta daya Tarik bagi mereka,” papar dia.

Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pada 2019 DFSK berhasil membukukan penjualan 3.857 unit, meroket 215,6 persen ketimbang setahun sebelumnya (1.222 unit). Target pada tahun ini belum mereka ungkap.

Pada akhir 2020, DFSK ingin punya 130 dealer. Per Januari 2020, mereka telah memiliki 99 outlet.

Tahun ini, tepatnya pada April, DFSK akan meluncurkan SUV Glory i-Auto. Pada Maret, mereka telah pula memperkenalkan van Gelora dan van listrik Gelora E, tapi produk ini belum dijual. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar