Ongkos Ngecas Van Listrik DFSK Diklaim Hanya Rp 239 per Kilometer

Berita Otomotif

Ongkos Ngecas Van Listrik DFSK Diklaim Hanya Rp 239 per Kilometer

JAKARTA – Ongkos jalan van listrik Dongfeng Sokon (DFSK) yang baru saja diperkenalkan di Indonesia, Gelora E, diklaim hanya Rp 239 per km. Biaya untuk keperluan pengecasan tersebut berselisih cukup jauh dengan biaya isi bensin van bermesin konvensional.

Seperti diketahui, merek mobil asal China tersebut memperkenalkan Gelora E dalam pameran GIICOMVEC 2020 yang berlangsung pada 5 – 8 Maret mendatang di Senayan, Jakarta. Mobil ini adalah varian nihil emisi gas buang dari van Gelora yang bermesin konvensional.

Baik Gelora maupun Gelora E masih diperkenalkan dan dipamerkan. Penjualannya menunggu insentif mobil listrik dari pemerintah mulai berlaku. Adapun perkiraan harga Gelora E kelak adalah Rp 400 juta-an.

Sekadar mengingatkan, Insentif-insentif dari pemerintah sendiri rencananya akan berlaku mulai 2021. Namun, Alexander Barus selaku CEO PT. Sokonindo Automobile menolak merincikan tahun peluncurannya.

Lebih lanjut, DFSK mengklaim Gelora E sebagai mobil komersial kecil pertama di Indonesia yang bertenaga listrik. Sistem penggeraknya, menurut data resmi dari DFSK, bersenjatakan baterai Lithium-ion 42 kWh yang membuatnya berjarak tempuh 300 Km.

Ongkos Pakai Irit
Merek yang sudah membangun pabrik perakitan di Cikande, Serang Banten ini mengklaim Gelora E mampu membuat pebisnis berhemat biaya energi hingga 48 persen. Angka ini didapat dari pengujian internal DFSK.

Gelora E hanya mengonsumsi daya listrik 0,145 kWh per km. Ini setara dengan Rp 239 per km, dengan biaya listrik saat ini.

Angka tersebut jauh lebih irit ketimbang model serupa dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). Menurut DFSK, van bermesin konvensional dengan konsumsi bahan bakar rata-rata 16,5 km per liter saja membutuhkan biaya energi sebanyak Rp 463 per km.

Van dengan torsi maksimum 200 Nm ini sudah dilengkapi dengan teknologi pengecasan cepat (fast charging). Pengisian daya dari 20 – 80 persen diklaim hanya membutuhkan 80 menit.

Pengisian regulernya juga diaku-aku tidak membutuhkan tegangan daya besar. Pebisnis dapat menggunakan listrik rumah tangga dengan rata-rata 220V 16A.

Gelora E sudah mengadopsi langkah-langkah perlindungan seperti perlindungan isolasi, perlindungan tegangan tinggi, tahan debu dan air dengan standar IP67 dan sistem perlindungan baterai ketat untuk memastikan keamanan baterai dalam kondisi ekstrem. Selain itu, desain bodi tahan benturan yang kokoh, ditambah dengan sistem ABS+EBD.

Gelora E, ketika sudah dijual nanti, bisa digunakan untuk berbagai sektor bisnis. Sektor-sektor yang DFSK incar antara lain adalah sektor logistik perkotaan plus transportasi umum.

Dimensinya 4.500mm x 1.680mm x 2.000mm (PxLxT). Tipe minibus memiliki kapasitas maksimal 11 jok untuk penumpang dengan konfigurasi yang fleksibel mulai dari 2/7/9/11 sesuai dengan kebutuhan. Untuk model blind van, panjang kabin mencapai 2,63 m (luas 4,8 meter cubic). [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar