BMW Indonesia Kurangi Produksi dan Suplai ke Dealer Akibat Pandemi Corona

Berita Otomotif

BMW Indonesia Kurangi Produksi dan Suplai ke Dealer Akibat Pandemi Corona

JAKARTA – BMW Indonesia mengurangi produksi di pabrik PT. Gaya Motor, sebagai dampak dari pandemi virus Corona di negara ini.

Seperti diketahui, pandemi virus Corona hingga kini telah mewabah di lebih dari 200 negara sejak muncul di Wuhan, China pada akhir 2019. Virus bernama resmi Covid-19 ini diketahui telah masuk ke Indonesia sejak Presiden Joko Widodo mengumumkannya pada 2 Maret 2020 dan pada pertengahan bulan pemerintah menyerukan agar aktivitas bekerja, belajar, maupun beribadah dilakukan dari rumah demi meminimalisir penularan virus.

Beberapa pabrik perakitan kendaraan bermotor telah mengurangi produksi atau malah tutup sementara karena pasar atau rantai suplai terdampak oleh pandemi global ini. Salah satunya yang tutup sementara adalah pabrik Honda di Karawang, Jawa Barat terhitung sejak 13 – 26 April mendatang.

BMW, yang memproduksi kendaraan di pabrik milik Grup Astra di Sunter, Jawa Barat, menerangkan hingga kini tak menutup pabrik mereka secara temporer seperti yang dilakukan Honda. Akan tetapi, mereka mengakui memang ada penyesuaian produksi baik secara volume maupun secara model.

“Dengan perekonomian seperti ini akan ada banyak penyesuaian. Ada pengurangan jumlah unit kendaraan yang kami distribusikan karena banyak pabrik global kami yang berhenti produksi. Di Indonesia, pabrik PT. Gaya Motor masih berproduksi, tapi dengan kuota terbatas sekali. Kami fokus memenuhi kebutuhan pelanggan untuk model yang paling dasar dan paling penting,” ujar Jodie O’Tania, Director of Communication BMW Group Indonesia menjawab pertanyaan Mobil123.com dalam konferensi video peluncuran M5 Edition 35 Years pada akhir pekan lalu.

Konsumen-konsumen tak perlu khawatir mengenai stok cuku cadang. Jodie menjelaskan suku cadang untuk model-model yang dijual di Tanah Air masih tersedia.

Kurs dan Harga BMW
Salah satu dari sekian efek pandemi virus Corona terhadap perekonomian Indonesia adalah nilai tukar rupiah. Kurs rupiah yang pada awal 2020 masih di angka Rp 14.000-an/dollar AS terus naik.

Sejak 20 Maret kemarin, angkanya malah terpatok di Rp 16.000-an. Beberapa pabrikan seperti Suzuki, Toyota, maupun Daihatsu mengaku ini cukup mempengaruhi biaya produksi serta harga jual, tetapi tidak demikian dengan BMW.

“Seperti teman-teman tahu, BMW adalah perusahaan Jerman jadi yang paling mempengaruhi masih mata uang Euro,” ucap Jodie. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar