Efek Corona, Pasar Mobil Indonesia Diprediksi Anjlok 40 Persen

Berita Otomotif

Efek Corona, Pasar Mobil Indonesia Diprediksi Anjlok 40 Persen

JAKARTA – Pasar mobil Indonesia tahun ini diperkirakan turun amat dalam, jauh di pencapaian tahun lalu yang 1 juta unit, karena efek pandemi virus Corona.

Seperti diketahui, virus Corona telah ada di Indonesia sejak Presiden Joko Widodo mengumumkannya pada 2 Maret 2020. Hal ini diikuti dengan seruan bekerja dan berdiam di rumah sejak pertengahan Maret untuk meminimalisir penularan virus, tapi dalam waktu bersamaan menekan konsumsi masyarakat termasuk untuk pembelian kendaraan bermotor.

“Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) kemarin sudah menyatakan perkiraan pasar tahun ini yang mereka revisi menjadi 600 ribu unit. Artinya, turun 40 persen (jika dibandingkan pasar 2019),” ucap Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM), dalam konferensi video yang diikuti Mobil123.com pada Senin (6/4/2020).

Sebagai informasi, pada 2019, penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) mencapai 1.030.126 unit. Meski masih di level 1 juta-an unit, angka tersebut sudah turun sekitar 10 persen dari pencapaian 2018 yang berjumlah 1.151.413 unit.

Mobil123.com mencoba menanyakan ini lebih lanjut kepada Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo. Namun, hingga berita ini dinaikkan, Nangoi tidak merespons telepon atau pesan singkat yang dikirimkan.

Virus bernama resmi Covid-19 ini sendiri telah membuat pabrikan-pabrikan otomotif mengurangi produksi atau menutup pabrik sementara pada April karena penurunan pasar atau terganggunya rantai suplai. Contohnya adalah Honda yang menutup pabrik dua pekan, sejak 13 April 2020 nanti.

Maret Turun 22 Persen
Penurunan penjualan mobil di Tanah Air sebagai efek dari virus Corona memang sudah terjadi pada Maret. Menurut dia, pada bulan itu pasar turun sekitar 22 persen jika dibandingkan sebulan sebelumnya.

“Kondisi itu masih bagus. Kalau saya lihat, pada Maret negara-negara lain yang terkena efek virus Corona bisa turun sampai 80 persen. Seperti di pasar Eropa,” tandasnya.

Data Maret 2020 belum dipublikasikan secara resmi di situs Gaikindo. Amel juga tidak menyebut secara rinci volume penjualan mobil nasional secara keseluruhan pada bulan itu.

Sebagai patokan, pada Februari 2020 penjualan mobil berdasarkan data penjualan wholesales Gaikindo adalah 79.573 unit atau turun tipis dibandingkan Januari yang mencapai 80.424 unit. Sementara itu, jika melihat data penjualan retail, angkanya pada Februari ialah 77.831 unit, turun jika dikomparasi dengan Januari yang 81.067 unit.

Adapun Daihatsu, pada Maret lalu, penjualannya turun 20 persen ketimbang sebulan sebelumnya. Di Februarinya, merek ini berhasil membukukan wholesales 15.778 unit serta retail 13.658 unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar