Berkendara di Atas 60 km/jam Wajib Tutup Kaca

Panduan Pembeli

Berkendara di Atas 60 km/jam Wajib Tutup Kaca

JAKARTA – Berkendara pada kecepatan tinggi rupanya akan menjadi lebih berbahaya bila kondisi jendela kendaraan berada dalam kondisi terbuka.

Hal ini disampaikan oleh Kombes Pol Singgatama SIK., M.H. Kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri. Kaca yang dibuka bisa menyebabkan angin masuk ke dalam kabin dan membuat kendaraan menjadi tidak stabil.

“Kaca ditutup karena mempengaruhi kestabilan dalam berkendara,” ungkapnya di sela sela acara Eco Driving Jasa Marga.

Dengan menutup kaca maka diharapkankan angin tidak masuk ke dalam kabin dan mengurangi hambatan angin. Langkah ini bisa membuat mobil bisa lebih stabil dan mudah dikendalikan sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir.

“Kenapa kecepatan tinggi tidak boleh membuka kaca? Ini karena ada kaitannya dengan aerodinamika. Kalau anginnya masuk akan mengganggu kestabilan berkendara, terutama saat di lembah. Sama seperti pesawat saja, tidak mungkin membuka kaca pesawatkan? Di sini aerodinamika bermain,” ungkap Eko Reksodipuro, Managing Director DSD Defensive Driving Training.

Eko juga menambahkan bahwa kaca mobil sudah harus ditutup sepenuhnya saat memasuki kecepatan 60 km/jam. Ini karena angin pada kecepatan di atas 60 km/jam sudah mulai terasa dampak negatifnya terhadap pengendaraan.

“Udara itu harus dialirkan, kalau kaca dibuka maka udara akan masuk dan membuat kendaraan menjadi tidak stabil. Jadi udara itu harus dialirkan ke atas atau ke bawah. Belum lagi ada angin dari samping, walau kaca ditutup dan kecepatan mobil 100 km/jam pasti akan goyang. Kekuatan angin itu luar biasa,” tegasnya.

Kecelakaan akibat angin memang sering terjadi di sejumlah ruas jalan. Inilah yang membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat berkendara. Jasa Marga juga telah memasang beberapa rambu peringatan kepada pengguna jalan tol terhadap banyaknya angin yang berhembus di beberapa lokasi. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support