Ambisius, Hyundai dan Kia Ingin Jual Sejuta Mobil Listrik pada 2025

Berita Otomotif

Ambisius, Hyundai dan Kia Ingin Jual Sejuta Mobil Listrik pada 2025

SEOUL – Hyundai dan Kia pasang target penjualan mobil listrik ambisius pada 2025.

Kedua pabrikan yang masuk dalam Hyundai Motor Group tersebut, seperti dilaporkan Automotive News baru-baru ini, menyasar total penjualan 1 juta unit mobil listrik pada tahun itu. Keduanya, menurut Euisun Chung selaku Executive Vice Chairman, bersama-sama ingin merengkuh 10 persen pangsa pasar global di segmen tersebut.

Salah satu cara mencapainya adalah menggeber riset dan pengembangan. Mereka berencana meluncurkan kendaraan listrik generasi selanjutnya dengan jarak tempuh 280 mil (450 km) dalam kondisi baterai terisi penuh, dengan waktu pengecasan 20 menit atau kurang.

Hyundai Motor Group juga berencana mengekspor 1.600 truk bertenaga hidrogen ke Eropa pada 2025. Di samping itu, pabrikan asal Korea Selatan tersebut juga ingin mengembangkan sistem baru yang mampu menggandakan umur baterai dengan harga separuhnya.

Hyundai kini sedang pula membangun pabrik pertama mereka di Asia Tenggara, yang berlokasi di Indonesia. Pabrik di area Cikarang, Bekasi ini kelak juga memproduksi mobil listrik.

Mereka juga telah menghadirkan mobil listrik Hyundai Ioniq di Indonesia. Akan tetapi, penggunaannya sementara ini baru untuk armada taksi online Grab.

Pernyataan dari Chung hadir saat pemerintah ‘Negeri Ginseng’ baru saja mengumumkan investasi 114,1 triliun won (Rp 1,385 kuadriliun, 1 won = Rp 12,14) untuk ‘kesepakatan baru’ yang bakal menciptakan 1,9 juta lapangan kerja pada 2025 serta membantu pemulihan ekonomi akibat pandemi virus Corona. Di antara proyek yang ingin digeber pemerintah adalah sektor mobil listrik maupun hidrogen.

Rencana enam tahun ini bakal membangun infrastruktur digital maupun jaring pengaman lebih kuat bagi para pencari kerja. Pemerintah juga ingin mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Pandemi Corona sekali lagi mengafirmasi pentingnya merespons perubahan iklim,” kata Presiden Moon Jae-in.

Pekan lalu, pemerintah daerah Seoul mengumumkan investasi 2,6 triliun won (Rp 31,57 triliun) bagi proyek ramah lingkungan mereka sendiri. Tujuan akhirnya adalah pemberhentian registrasi kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) pada 2035.

Regulator Seoul berkomitmen mengubah 4.000 dari 7.396 armada transportasi mereka menjadi bertenaga listrik maupun hidrogen pada 2025. Mereka menjanjikan pula insentif lebih bagi konversi armada taksi.

Ibu Kota Korea Selatan ini berencana mempunyai 4.000 stasiun pengisian daya mobil listrik plus 65 stasiun pengisian daya mobil hidrogen pada 2035. Saat ini, mereka ‘baru’ memiliki 1.090 untuk mobil listrik serta empat bagi mobil hidrogen. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar