All-New Honda Brio Bisa Sangat Irit Tapi Korbankan Kenyamanan

Berita Otomotif

All-New Honda Brio Bisa Sangat Irit Tapi Korbankan Kenyamanan

JAKARTA - All-New Honda Brio masih bisa sangat irit meski kini bodinya lebih besar dengan pencapaian tertinggi adalah 30 km/liter tanpa AC dan dengan metode eco driving. Teknik ini sendiri agak sulit dipraktikkan dalam aktivitas harian yang lalu lintasnya padat dan orang-orangnya berkejaran dengan waktu.

Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tersebut diketahui dalam Media Test Drive All-New Honda Brio pada Rabu (20/3/2019). Memulai perjalanan dari kantor PT. Honda Prospect Motor (HPM) di Sunter, Jakarta, para wartawan otomotif nasional menempuh rute lebih dari 70 km dan waktu 120 menit menuju Sentul, Bogor dengan tantangan uji irit.

Sekadar mengingatkan, Brio generasi kedua meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Brio RS terjun di segmen city car, sementara Brio Satya--yang diuji irit oleh para kuli tinta--bergumul di segmen Low Cost Green Car (LCGC).

Fokus utamanya adalah penambahan dimensi. Kabin pun lebih lega dan kapasitas bagasi bertambah 84 liter menjadi 258 liter, dengan bukaan pintu belakang lebih lebar 15 persen dibandinkan generasi pertamanya.

Seperti uji irit Honda Mobilio terbaru beberapa waktu lalu, rekan-rekan media massa, termasuk Mobil123.com, mengemudikannya dengan metode eco driving. Adapun mobil yang kami bawa seluruhnya menggunakan transmisi otomatis Continously Variable Timing (CVT).

Hasil tertinggi adalah 30,1 km/l, diikuti oleh 29,9 km/l yang dicapai oleh Mobil123.com. Adapun hasil tertinggi ketiga ialah 29,6 km/liter.

Semuanya diraih tanpa menyalakan AC yang pastinya bakal tidak nyaman. Sementara itu, mereka yang menyalakan AC dan mempraktikkan eco driving masih bisa meraih hasil di atas 20 km/liter. Dengan setelan suhu AC yang dibesarkan, ada yang bahkan mampu meraih 25 km/liter.

Eco Driving
Mesin bensin Brio yang masih menggunakan 1.2-liter I-VTEC masih menjadi yang paling bertenaga di kelasnya dengan 90ps (88,7hp) dan torsi 110 Nm. Mobil melaju cukup cepat ketika pedal rem pertama kali dilepas, meski pedal gas tidak diinjak.

Keduanya mendukung eco driving karena pedal gas tak perlu diinjak terlalu dini dan terlalu dalam untuk membuat mobil sekadar meluncur. Setelah pedal tersebut ditekan perlahan sekali, putaran mesin ditahan di kisaran 1.000 - 1.500 rpm, dengan rata-rata 1.200 rpm saja.

Di tol Jagorawi yang lengang, kecepatan akhirnya bertambah perlahan hingga sempat 70 km/jam. Tentu, kecepatan ini susah digapai jika jalanan padat atau bahkan macet.

Jarak dengan mobil depan pun mesti dijaga agar rem tak terlalu sering diinjak. Di berbagai kesempatan, saat torsi sudah digapai maksimal, pedal gas dilepas dan Mobil123.com membiarkannya meluncur sendiri memanfaatkan gaya inertia.

Ketika dorongan sudah terasa hilang, barulah pedal gas ditekan kembali dengan teramat halus. Patut diingat bahwa hasil tes tidak mencerminkan kondisi mengemudikan mobil pada umumnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar