Akurasi Google Maps Ditingkatkan Ditengah Pandemi Dunia

Berita Otomotif

Akurasi Google Maps Ditingkatkan Ditengah Pandemi Dunia

CALIFORNIA - Google melakukan pengembangan terhadap informasi yang dapat mereka sampaikan di Google Maps agar lebih relevan di masa depan.

Selama ini, Google Mpas menjadi salah satu fitur maps yang paling diandalkan oleh masyarakat dunia. Selain karena informasinya yang cukup detail, Google Maps juga memiliki kemudahan dalam penggunaan dibandingkan dengan fitur sejenis lainnya.

Namun, pola yang digunakan Google dalam menentukan waktu perkiraan tiba saat ini dinilai sudah kurang tepat. Untuk itu, Google akan kembali membangun pola historis untuk membuat waktu perkiraan kedatangan yang lebih tepat.

Saat ini, pola lalu lintas dalam enam bulan terakhir, khususnya akibat isu kesehatan global sangat terpengaruh oleh aturan lockdown di sebuah negara di seluruh dunia. Oleh karena itu, informasi dari Google Maps, termasuk estimasi waktu menjadi kurang tepat di saat ini.

“Sebagian dari dunia ini sudah mulai kembali dibuka secara bertahap, dimana sebagian lain masih melakukan pengetatan. Untuk menghadapi perubahan ini, kami telah melakukan update pada fitur kami agar lebih baik, secara otomatis memprioritaskan pola lalu lintas dalam dua atau empat minggu terakhirm dan mementukan perkiraaan kedatangan dari sana,” ungkap Johann Lau, Product Manager, Google Maps.

Tentunya ini informasi baik karena Google Maps melakukan adaptasi yang cukup cepat dalam perubahan pola ini. Dengan demikian, secara teori, maka informasi yang diberikan dapat lebih akurat dibandingkan sebelumnya.

Meski data yang diberikan lebih akurat, pengguna Google Maps diharapkan tetap bijak dalam menggunakan aplikasi tersebut. Maklum, ada beberapa kejadian yang tidak mengenakkan dalam berkendara dengan mengandalkan aplikasi.

Pada bulan Oktober 2019 misalnya, ada seorang pesepeda motor yang masuk ke jalan tol Malang – Pandaan karena mengikuti Google Maps. Akibatnya, petugas pintu tol pun menghubungi Tim PJR Ditlantas Polda Jawa Timur.  Sepeda motor tersebut berhasil terkejar dan dihentikan dan diberikan penindakan.

Selain itu, ada juga kejadian di Amerika Serikat yang mengikuti petunjuk Google Maps dan berakhir nyaris tenggelam di sungai Mississippi. Korban mengaku bahwa dirinya disarankan oleh Google Maps untuk menyebarangi sungai Mississippi yang saat itu sedang beku. Namun di tengah perjalanan, ternyata es tersebut pecah dan menyebabkan dirinya hampir tenggelam. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar