7 Unit Tesla Terbakar di Depan Dealer, Kecelakaan atau Disengaja?

Berita Otomotif

7 Unit Tesla Terbakar di Depan Dealer, Kecelakaan atau Disengaja?

MALMO - 7 unit Tesla terbakar di depan dealer Tesla di Malmo Swedia, kecelakaan atau memang sengaja ada yang membakarnya?.

Kejadian terbakarnya 7 unit mobil listrik Tesla terjadi awal pekan ini. Tampak 7 unit Tesla yakni Model S dan juga Model 3 terbakar hebat.

Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi sepertinya tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan mobil-mobil listrik tersebut. Beruntung mereka bisa mengkontrol kobaran api sehingga tidak menggapai gedung showroom Tesla.

Magnus Kohlin selaku pemimpin upaya penyelamatan kebakaran ini mengatakan bahwa sulit dipercaya jika kebakaran ini terjadi karena sebab alami. Ia menilai bahwa kobaran api yang terjadi ini mungkin disebabkan oleh kesengajaan. Dan kabarnya polisi sedang menyelidiki sebab kebakaran tersebut.

SVT, media TV di Swedia juga melaporkan bahwa penduduk di sekitar tempat kejadian perkara juga sudah dikabarkan soal asap berbahaya dari kebakaran tersebut. Dan meminta untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. Sampai berita ini dibuat tidak dilaporkan ada korban jiwa atas kejadiaan ini 

Catatan lainnya, ternyata peristiwa kebakaran yang terjadi di showroom Tesla di Malmo ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya pada Desember 2017, di tempat yang juga menjadi pusat servis Tesla ini pernah mengalami kebakaran. Saat itu penyebab kebakaran berasal dari dalam gedung dan beberapa unit Tesla menjadi korban.

7 Unit Tesla Terbakar di Depan Dealer, Kecelakaan atau Disengaja?
Soal penanganan mobil listrik terbakar, Mobil123.com beberapa waktu telah mengabarkan bahwa petugas pemadam kebakaran khususnya di Amerika Serikat belum benar-benar siap mengatasinya. National Transportation Safety Board (NTSB) punya data mengkhawatirkan karena setengah dari petugas kebarakaran di Amerika Serikat (AS) tidak siap menghadapi kasus mobil listrik terbakar.

Menurut data NTSB dinyatakan bahwa setengah dari departemen pemadam kebakaran AS mengaku tidak siap untuk menangani kebakaran pada mobil listrik. Faktanya 32 persen dari seluruh personil pemadam kebakaran AS belum mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani kasus mobil listrik atau hybrid yang mengalami kebakaran.


NTSB kemudian menyatakan bahwa membutuhkan teknik berbeda untuk kebakaran pada kendaraan listrik yang membawa baterai daripada kendaraan berbahan bakar BBM. Karena pada dasarnya memadamkan berbagai jenis api memerlukan strategi yang berbeda. 

Proses terbakarnya tangki bensin berbeda dengan kantong sel baterai litihium-ion. Jika terbakar, panas yang ada pada mobil listrik bisa mencapai di atas 2.760 derajat celcius.

Jika disiram dengan menggunakan air atau busa dapat menyebatkan tekanan hebat karena molekul air terpisah menjadi gas hidrogen dan oksigen yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan ledakkan.

Dan seiring dengan berkembangnya kendaraan listrik, sepertinya menjadi kewajiban bagi pemadam kebakaran di seluruh dunia benar-benar mempelajari teknik-teknik mengatasinya. Belum lagi urusan penanganan gas beracun karena terbakarnya baterai yang tentu sangat berbahaya bagi kesehatan. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar