Petugas Pemadam Disebut Belum Siap Atasi Kendaraan Listrik yang Terbakar

Berita Otomotif

Petugas Pemadam Disebut Belum Siap Atasi Kendaraan Listrik yang Terbakar

WASHINGTON DC - National Transportation Safety Board (NTSB) punya data mengkhawatirkan karena setengah dari petugas kebarakaran di Amerika Serikat (AS) tidak siap menghadapi kasus mobil listrik terbakar. Tapi U.S. Fire Administration (USFA) punya jawabannya.

Perlahan tapi pasti, populasi mobil listrik belakangan mengalami lonjakan. Infrastruktur penunjang tentu telah dibangun seiring pertumbuhannya.

Namun ada satu yang kini menjadi perhatian NTSB yakni penanganan dalam kondisi darurat yakni mobil listrik mengalami kebakaran. Menurut data NTSB dinyatakan bahwa setengah dari departemen pemadam kebakaran AS mengaku tidak siap untuk menangani kebakaran pada mobil listrik. 

Faktanya 32 persen dari seluruh personil pemadam kebakaran AS belum mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani kasus mobil listrik atau hybrid yang mengalami kebakaran. Dan setengah dari mereka mengatakan tidak memiliki protokol pasca-tabrakan untuk menangani kendaraan listrik atau hybrid.

Petugas Pemadam Disebut Belum Siap Atasi Kendaraan Listrik yang Terbakar
Sampai saat ini ada 3 kasus mobil listrik terbakar yang cukup menyita perhatian. Mulai dari Tesla Model S yang terbakar pada 2013. Kemudian ada satu unit Tesla yang terbakar pada 2019 dan masih diselidiki oleh NTSB berikut dengan kasus pada Porsche Taycan awal tahun ini.

USFA pernah mengeluarkan data di mana ada sekitar 171.500 kasus kendaraan terbakar di AS dalam rentang waktu 2014 hingga 2016. Dan sebagian besar yang terbakar adalah mobil berbahan bakar bensin. 

NTSB kemudian menyatakan bahwa membutuhkan teknik berbeda untuk kebakaran pada kendaraan listrik yang membawa baterai daripada kendaraan berbahan bakar BBM. Karena pada dasarnya memadamkan berbagai jenis api memerlukan strategi yang berbeda. 

Proses terbakarnya tangki bensin berbeda dengan kantong sel baterai litihium-ion. Menurut USFA jika terbakar, panas yang ada pada mobil listrik bisa mencapai di atas 2.760 derajat celcius.

Petugas Pemadam Disebut Belum Siap Atasi Kendaraan Listrik yang Terbakar
Jika disiram dengan menggunakan air atau busa dapat menyebatkan tekanan hebat karena molekul air terpisah menjadi gas hidrogen dan oksigen yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan ledakkan.

"Ada juga risiko sengatan listrik dan asap beracun dalam kebakaran kendaraan listrik, hal ini tidak ditemui pada kebakaran kendaraan bensin, setidaknya ada penanganan yang berbeda.  Jadi melatih penanganan pertama untuk memadamkan api kendaraan listrik yang terbakar secara aman adalah penting. Hal ini tentunya seiring dengan meningkatnya populasi kendaraan listrik," kata pihak NTSB.

Namun, mendengar kekhawatiran NTSB, USFA mengatakan survei yang dilakukan ini sejatinya tidak cukup kuat jika dibandingkan dengan kondisi pasukan pemadam kebakaran di seluruh AS. Ada beberapa hal yang sejatinya dijadikan pertimbangan seperti sample survei yang lebih besar.

Pertama adalah bahwa NTSB mendasarkan laporan ini pada survei terhadap 32 departemen pemadam kebakaran saja. Sementara USFA mengatakan ada sekitar 29.705 departemen pemadam kebakaran di AS pada 2018. Kedua, NTSB tidak mengatakan di mana departemen pemadam kebakaran yang tidak siap itu berada. Jadi ini tidak mendekati sampel yang representatif.

USFA menyatakan adalah hal logis untuk berpikir bahwa mempersiapkan kebakaran kendaraan listrik, namun harus juga merujuk pada kondisi di daerah saat ini. Contoh adalah bukan hal penting penting bagi petugas pemadam kebakaran di pedesaan North Dakota dibandingkan kota besar seperti California yang sudah memiliki populasi kendaraan listrik cukup banyak. 

Intinya menurut USFA masih ada cukup waktu melakukan upgrade kemampuan unit pemadam kebakaran di seluruh negeri untuk menangani kendaraan listrik yang terbakar. Dan memang hal tersebut membutuhkan proses yang tidak bisa juga terjadi dalam waktu instan.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?. Ada baiknya hal ini mulai dibicarakan oleh para pemangku kepentingan dan APM yang telah memasarkan kendaraan listrik di Tanah Air. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar