5 Keunggulan Suzuki S-Presso, Calon Hatchback Andalan Suzuki di Indonesia

Mobil Baru

5 Keunggulan Suzuki S-Presso, Calon Hatchback Andalan Suzuki di Indonesia

JAKARTA - Suzuki S-Presso diperkirakan menjadi dagangan baru PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dan berikut ini 5 keunggulannya.

Suzuki S-Presso sendiri pernah Mobil123.com beritakan bahwa paling cepat akan diluncurkan pada akhir 2020 atau terlama awal 2021. PT SIS sendiri masih dalam komitmennya untuk tidak membatalkan peluncuran meski pandemi Covid-19 masih melanda dan belum ada tanda-tanda mereda di Indonesia.

Hal ini ditegaskan oleh pernyataan Harold Donnel, Head of 4W Brand Development & Marketing Research beberapa waktu lalu. Ia menyebut bahwa Suzuki berkomitmen tidak akan ada pengurangan peluncuran mobil baru, terutama di Indonesia. 

suzuki S-presso
“Dikarenakan ada kejadian yang tidak kami inginkan alias Corona ini, kami juga langsung melakukan global meeting. Dari Suzuki berkomitmen bahwa yang pertama tidak akan ada pengurangan peluncuran produk baru, terutama untuk pasar Indonesia. Jadi, berdasarkan apa yang sudah direncanakan, kami akan tetap berpegang teguh melakukan peluncurannya,” papar Harold.

Khusus S-Presso, ada kemungkinan hatchback mungil asal India ini akan mulai diperkenalkan di pameran otomotif GIIAS 2020 yang rencananya bergulir Oktober. Atau mungkin paling mundur adalah di IIMS 2021 yang dijadwalkan akan digelar pada bulan Februari 2021.

Berikut ini Mobil123.com mencoba merangkum setidaknya 5 keunggulan dari S-Presso yang akan bersaing di kelas hatchback dengan kompetisi tergolong cukup ketat.   

Dimensi Kompak
Dari sisi dimensi, S-Presso sejatinya tidak jauh berbeda dengan saudara tuanya Suzuki Karimun Wagon Air. Mobil ini punya komposisi panjang  3.565 mm, lebar 1.520 mm dan tinggi 1.565 mm.

Tak ketinggalan, S-Presso punya wheelbase 2.380 mm. Secara proporsi tentu tergolong cukup panjang dan punya salah satu keunggulan pada lapangnya ruang kabin.


Tampilan Unik
Dari sisi desain, secara umum S-Presso coba menggoda perhatian dengan gaya yang cukup atraktif dan agresif. First impression dari kesan tersebut dihadirkan melalui tampilan depannya.

Desain bonnetnya sendiri hadir dengan 4 kotak besar plus logo S besar pada grille. Sepintas, auranya mirip Suzuki Ignis. Selanjutnya tarikan garis kotak mendominasi pada keseluruhan body dan tampak "genit" dengan hero collor orange. Dalam hal ini, cocok untuk pembeli pemula khususnya para kaum muda.

Hatchback bergaya SUV
Berbicara aura Ignis, sepertinya S-Presso juga menganut gaya crossover hatchack dengan SUV atau Suzuki menyebutnya urban SUV. Menjadikannya membawa ciri tersendiri di kelas hatchback.

Salah satu nuansa SUV yang diberikan adalah lewat groundcleare cukup tinggi jika disandingkan dengan proporsi dimensi secara keseluruhan yakni 180 mm. Tinggi celah tanah ini sama dengan Ignis juga Ertiga dan lebih tinggi dibandingkan hatchback Suzuki lainnya yakni Karimun Wagon R yang hanya 170 mm.


Interior Atraktif
Jika melihat produk yang beredar di India, S-Presso punya desain interior cukup atraktif. Selain itu tampak dikemas dalam ukuran kompak, ergonomis dan user friendly alias mudah untuk dioperasikan.

S-Presso menganut gaya center facia alias alias cluster meter ditanam tepat di tengah dasbor. Ditampilkan lewat  bulatan besar berwarna orange atau selaras dengan body dan terbagi atas cluster meter digital di bagian atas serta layar sentuh 7 inci di bagian bawahnya.

Mesin dan Fitur Menarik
S-Presso kemugkinan akan dilengkapi dua pilihan mesin. Pertama adalah mesin 1.0-liter berkode K-10B. Mesin yang sama dengan Karimun Wagon R bertenaga 67 hp dan torsi 90 Nm.

Sementara mesin kedua sama dengan Ignis berkode K12M. Mesin berkapasitas 1.2-liter ini memiliki tenaga 82 hp dan torsi 113 Nm.

Di India, S-Presso dilengkapi beberapa fitur keselamatan. Mulai dari dual-front airbags, ABS with EBD, rear parking sensors, front SBR juga high-speed warning system. Dan kemungkinan hal ini akan diadopsi pada S-Presso yang akan dijual di Indonesia. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar