Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Peneliti UI: Populerkan Motor Listrik Lebih Mudah daripada Mobil Listrik Peneliti UI: Populerkan Motor Listrik Lebih Mudah daripada Mobil Listrik Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 26 November 2020 19:47 JAKARTA – Mempopulerkan motor listrik di Indonesia relatif lebih mudah daripada mobil listrik, menurut peneliti Universitas Indonesia (UI). Motor listrik masih relatif terjangkau dan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan tak sekompleks mobil listrik.Pemerintah memang ingin menciptakan pasar dan industri kendaraan listrik, melalui beragam insentif fiskal maupun nonfiskal mulai Oktober 2021. Namun, muncul berbagai opini soal kesiapan infrastruktur Indonesia, juga perdebatan tentang perlunya mengawali dari mobil hybrid terlebih dahulu yang relatif lebih terjangkau dan tak perlu infrastruktur.Di tengah perdebatan ini, Riyanto, Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat UI (LPEM UI), menilai motor listrik bisa jadi perhatian pertama pemerintah untuk mempopulerkan transportasi ramah lingkungan. Menurutnya, selisih harga motor listrik dan motor bermesin konvensional tidak terlampau jauh.Ia mencontohkan motor listrik Gesits saat ini saja Rp 27 jutaan, Viar Q1 sekitar Rp 18 juta, Honda PCX hybrid kisaran Rp 40 juta.Skutik bermesin konvensional seperti Honda Beat, di sisi lain, Rp 16 – 17 juta. Contoh lain adalah Honda PCX 150 yang termurahnya Rp 29 jutaan.Pengecasannya pun tidak memerlukan daya listrik rumahan yang besar seperti mobil listrik. Dengan demikian, motor listrik bisa dicas di kebanyakan rumah di Indonesia, setelah pemilik pulang dari aktivitas harian di perkotaan.“Untuk yang menggunakan dengan intensitas tinggi seperti Gojek, Grab, baru perlu SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) atau sediakan sistem battery swap. Sebenarnya motor listrik lebih siap terserap. Berikan insentif sedikit sehingga lebih kompetitif terhadap motor ICE (Internal Combustion Engine),” ucap Riyanto dalam diskusi virtual yang diinisiasi Forum Wartawan Industri dan Forum Wartawan Otomotif, Kamis (26/11/2020).Menurut informasi dari Kementerian Perindustrian sendiri, saat ini sudah ada 15 perusahaan yang mendapatkan NIK untuk motor listrik. Dengan demikian, mereka bisa merakit kendaraan tersebut.Battery Swap, Cara Bikin Motor Listrik Lebih MurahAda cara lain membuat motor listrik lebih murah, menurut Riyanto. Tapi, cara yang ia kemukakan perlu prasyarat skema battery swap yang matang dari pemerintah dan pihak swasta.Ia menilai baterai tak perlu termasuk dalam pembelian motor listrik sehingga harga bisa lebih murah lagi. Sebagai gantinya, baterai disewa dari pihak swasta. Saat energi habis, tinggal menukarnya di jaringan penukaran baterai yang sudah disediakan.Skema ini membutuhkan kajian. Pasalnya, menurut studi LPEM UI, ongkos skema battery swap tak boleh lebih dari Rp 200 ribu per bulan.“Kalau motor, per bulannya lebih dari Rp 200 ribu untuk battery swap, berat. Jadi, battery swap-nya juga harus murah. Mungkin skema battery swap seperti Gogoro di Taiwan itu menarik untuk dikembangkan,” tandasnya. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Gesits sepeda motor listrik Viar Q1 harga sepeda motor listrik battery swap harga motor listrik motor listrik Viar Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Peneliti UI: Populerkan Motor Listrik Lebih Mudah daripada Mobil Listrik Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 26 November 2020 19:47 JAKARTA – Mempopulerkan motor listrik di Indonesia relatif lebih mudah daripada mobil listrik, menurut peneliti Universitas Indonesia (UI). Motor listrik masih relatif terjangkau dan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan tak sekompleks mobil listrik.Pemerintah memang ingin menciptakan pasar dan industri kendaraan listrik, melalui beragam insentif fiskal maupun nonfiskal mulai Oktober 2021. Namun, muncul berbagai opini soal kesiapan infrastruktur Indonesia, juga perdebatan tentang perlunya mengawali dari mobil hybrid terlebih dahulu yang relatif lebih terjangkau dan tak perlu infrastruktur.Di tengah perdebatan ini, Riyanto, Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat UI (LPEM UI), menilai motor listrik bisa jadi perhatian pertama pemerintah untuk mempopulerkan transportasi ramah lingkungan. Menurutnya, selisih harga motor listrik dan motor bermesin konvensional tidak terlampau jauh.Ia mencontohkan motor listrik Gesits saat ini saja Rp 27 jutaan, Viar Q1 sekitar Rp 18 juta, Honda PCX hybrid kisaran Rp 40 juta.Skutik bermesin konvensional seperti Honda Beat, di sisi lain, Rp 16 – 17 juta. Contoh lain adalah Honda PCX 150 yang termurahnya Rp 29 jutaan.Pengecasannya pun tidak memerlukan daya listrik rumahan yang besar seperti mobil listrik. Dengan demikian, motor listrik bisa dicas di kebanyakan rumah di Indonesia, setelah pemilik pulang dari aktivitas harian di perkotaan.“Untuk yang menggunakan dengan intensitas tinggi seperti Gojek, Grab, baru perlu SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) atau sediakan sistem battery swap. Sebenarnya motor listrik lebih siap terserap. Berikan insentif sedikit sehingga lebih kompetitif terhadap motor ICE (Internal Combustion Engine),” ucap Riyanto dalam diskusi virtual yang diinisiasi Forum Wartawan Industri dan Forum Wartawan Otomotif, Kamis (26/11/2020).Menurut informasi dari Kementerian Perindustrian sendiri, saat ini sudah ada 15 perusahaan yang mendapatkan NIK untuk motor listrik. Dengan demikian, mereka bisa merakit kendaraan tersebut.Battery Swap, Cara Bikin Motor Listrik Lebih MurahAda cara lain membuat motor listrik lebih murah, menurut Riyanto. Tapi, cara yang ia kemukakan perlu prasyarat skema battery swap yang matang dari pemerintah dan pihak swasta.Ia menilai baterai tak perlu termasuk dalam pembelian motor listrik sehingga harga bisa lebih murah lagi. Sebagai gantinya, baterai disewa dari pihak swasta. Saat energi habis, tinggal menukarnya di jaringan penukaran baterai yang sudah disediakan.Skema ini membutuhkan kajian. Pasalnya, menurut studi LPEM UI, ongkos skema battery swap tak boleh lebih dari Rp 200 ribu per bulan.“Kalau motor, per bulannya lebih dari Rp 200 ribu untuk battery swap, berat. Jadi, battery swap-nya juga harus murah. Mungkin skema battery swap seperti Gogoro di Taiwan itu menarik untuk dikembangkan,” tandasnya. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Gesits sepeda motor listrik Viar Q1 harga sepeda motor listrik battery swap harga motor listrik motor listrik Viar
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...