Toyota Siapkan Beragam Skenario Sambut Semester Kedua

Berita Otomotif

Toyota Siapkan Beragam Skenario Sambut Semester Kedua

JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku telah menyiapkan beberapa skenario untuk menghadapi semester kedua tahun 2020.

Dalam skenario yang disiapkan, TAM akan fokus untuk mempertahankan market share minimal 32%. Dengan ini maka Toyota masih akan mempertahankan posisinya sebagai produsen mobil paling laris di Indonesia.

“Kami bukan ahli nujum ya, jadi jujur kami sudah memiliki beberapa skenario. Target Toyota itu simple, tetap jadi nomor satu dengan market share minimal 32%. Saat ini market share sudah 31,5% dan kami berharap bisa lebih dari itu,” ungkap Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM.

Bila melihat target penjualan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, maka tahun ini pasar otomotif hanya mampu menjual sekitar 600.000 mobil. Dengan demikian, Toyota setidaknya bisa menjual sedikitnya 186.000 kendaraan.

Sementara itu, dari Januari-Mei Toyota sudah menjual 81.769 kendaraan penumpang dan kendaraan komersial. Dengan demikian, Toyota masih harus menjual sedikitnya 104.231 unit kendaraan lagi bila ingin mencapai target yang diinginkan.

Adanya pengetatan pengajuan kredit kendaraan diklaim menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjual kendaraan. Saat ini, perusahaan pembiayaan memang meningkatkan jumlah DP kendaraan sehingga cukup memberatkan pelanggan khususnya para first buyer.

“Tapi kami melihat dengan adanya situasi ekonomoidi masa transisi ini, mulai ada pembelian kendaraan kembali. Fleet juga mulai berkomunikasi dengan kami terkait masalah harga dan lain-lain. Walau belum bisa normal, tapi di bulan Juni ini pasar sudah menunjukkan adanya sinyal postif,” tegasnya kemudian.

Tak hanya itu, Toyota juga memperkuat layanannya dengan menghadirkan Kinto One di Tanah Air. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat ‘berlangganan’ satu model Toyota selama tiga tahun tanpa perlu membeli.

“Jadi dengan layanan ini pelanggan tidak perlu bayar DP kendaraan tapi mereka sudah cukup berlangganan sudah mendapat asuransi, biaya service dan sebagainya. Ini bisa menjadi solusi kepada konsumen yang dipermudah dengan teknologi,” ungkapnya.

Di Indonesia, Kinto One berada di bawah PT. Toyota Astra Financial Service (TAF) sebagai unit bisnis pembiayaan khusus mobil-mobil bermerek ini. Adapun layanannya serba daring (daring), melalui www.kinto-id.com, sehingga konsumen tidak perlu repot-repot ke luar rumah dan ke dealer untuk mengurus segala sesuatunya.

Dalam masa sewa tiga tahun tersebut, konsumen dapat memilih paket mulai dari 15 ribu km per tahun hingga 40 ribu km per tahun. Adapun biaya berlangganannya mulai dari Rp 4 juta per bulan.

Sejak terjadinya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), penjualan mobil di Indonesia memang langsung turun signifikan. Kondisi tersebut pun membuat Gaikindo merevisi target penjualannya dari sebelumnya sekitar 1,1 juta kendaraan menjadi hanya 600.000 unit kendaraan. Target ini pun masih bisa direvisi menjadi lebih rendah bila ternyata pandemi tidak kunjung reda.

Sejumlah pameran otomotif juga terpengaruh akibat terjadinya pandemi ini. Indonesia International Motor Show (IIMS) 2020 yang seharusnya dilaksanakan pada bulan April lalu dibatalkan sementara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2020 ditunda hingga Oktober 2020. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar