Toyota Setop Produksi, Industri Otomotif Rusia Makin Goyang!

Berita Otomotif

Toyota Setop Produksi, Industri Otomotif Rusia Makin Goyang!

TOKYO – Toyota memutuskan untuk menghentikan produksi mobil di Rusia. Soalnya, sudah berbulan-bulan suplai komponen terganggu gara-gara invasi ke Ukraina.

Kebijakan tersebut, seperti dilaporkan oleh Reuters, diumumkan Toyota Motor Corporation pada Jumat (23/9/2022).

Salah satu pabrikan mobil paling populer di dunia ini sendiri sudah tidak merakit kendaraan di St. Petersburg, Rusia sejak Maret 2022 gara-gara problem rantai suplai. Impor pun tidak dilakukan.

“Selama periode ini, kami telah mempertahankan para tenaga kerja kami sekaligus memastikan fasilitas kami siap memulai kembali produksi jika kondisi memungkinkan. Tapi, setelah enam bulan, kami tidak dapat melanjutkan aktivitas normal serta tidak melihat adanya indikasi untuk melakukannya di masa depan,” papar Toyota melalui pernyataan resmi.

Operasi Toyota di Rusia, oleh karenanya, perlu mendapatkan restrukturisasi. Di sisi lain, mereka akan tetap mendukung jaringan penjualan serta purnajual untuk memberikan layanan kepada para pemilik mobil Toyota atau pun Lexus.

Kapasitas produksi pabrik Toyota di Rusia mencapai 100 ribu unit per tahun. Model-model yang dibuat di sana adalah Toyota Camry plus Toyota RAV4.

“Kami bakal menawarkan (staf)… bantuan untuk mendapatkan pekerjaan lagi, pemberian keahlian, kesejahteraan, termasuk dukungan finansial maupun kebutuhan legal,” tegas jenama yang awalnya merupakan produsen alat pemintal benang ini.

Berbagai pabrikan otomotif di Rusia telah berhenti melakukan produksi, baik sementara atau pun permanen. Soalnya, mereka kekurangan komponen karena sanksi serta eksodus industri manufaktur asal negara-negara Barat.

Itu semua merupakan dampak dari invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Renault, misalnya, menjual saham mayoritas mereka di Avtovaz, pabrikan mobil Rusia. Jaguar Land Rover setop mendistribusikan mobil ke sana.

Ford, BMW, hingga kini belum pula memulai kembali produksi mobil mereka di ‘Negeri Beruang Merah’.

Sejak Juli tahun ini, Volvo mulai merumahkan sebagian staf mereka di Rusia. Pembuat ban Michelin dan Nokian malah sudah minggat dari sana.

Michelin mengatakan problem rantai suplai yang terkolerasi dengan sanksi membuat mereka tidak mungkin melakukan bisnis di Rusia. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar