Toyota: Mobil Ramah Lingkungan Idealnya Cuma Lebih Mahal 15 Persen

Berita Otomotif

Toyota: Mobil Ramah Lingkungan Idealnya Cuma Lebih Mahal 15 Persen

BANDUNG – Toyota berbicara soal harga yang pas untuk mobil-mobil ramah lingkungan seperti mobil hybrid dan listrik. Menurut mereka, banderol ideal agar konsumen tertarik membeli maksimal 15 persen dari mobil sekelasnya yang bermesin konvensional.

Pabrikan-pabrikan di pasar otomotif Tanah Air tahun ini sedang bersiap memasarkan dan menjual model-model kendaraan ramah lingkungan dengan lebih gencar. Pasalnya, penyusunan regulasi low carbon emission vehicle (LCEV), yang antara lain berisi insentif pajak bagi mobil hybrid dan listrik, ditargetkan rampung di 2018. Pemerintah juga akan meminta mobil-mobil ramah lingkungan dirakit di Indonesia dalam jangka waktu tertentu.

Toyota mengatakan insentif pajak memang amat diperlukan agar harga mobil-mobil hibrida atau listrik yang saat ini masih tinggi bisa diturunkan. Jika menjual tanpa insentif cukup, harga bakal terlampau tinggi untuk dapat membuat masyarakat beralih dari mobil konvensional.

“Harga mobil  ‘hijau’ kalau sampai lebih dari 15 persen menurut saya enggak worth it,” kata Direktur Administration, Corporate, and External Affairs PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azzam saat seremoni pembukaan kompetisi Toyota Eco Youth (TEY) 2018, Kamis (5/4/2018) di Bandung, Jawa Barat.

Beberapa pabrikan yang bermain di Tanah Air sendiri sudah memastikan peluncuran model-model kendaraan ramah lingkungan, setelah regulasi LCEV terbit. Toyota mengumumkan bakal meluncurkan C-HR dengan total dua varian yaitu mesin bensin dan hybrid dalam waktu berbeda tahun ini. Varian mesin bensin 1.8 l C-HR dipastikan mengaspal terlebih dahulu pada 10 April mendatang dan informasi dari tenaga penjual menyatakan harganya berkisar Rp 490 juta.

Nissan, di sisi lain, berancang-ancang meluncurkan Note e-Power, hatchback berteknologi hybrid yang unik. Namun, waktunya masih belum diungkapkan.

Lebih lanjut, Toyota menjelaskan salah satu tugas besar pabrikan-pabrikan saat ini adalah mengedukasi konsumen. Ini karena mobil ramah lingkungan merupakan hal baru bagi konsumen-konsumen otomotif Indonesia.

“Kami, bekerja sama dengan pabrik kami juga, sedang mempelajari bagaimana caranya memasarkan mobil listrik agar masyarakat juga tertarik, agar mereka juga tahu mobil-mobil itu bukan hanya untuk minim emisi tapi juga lebih hemat buat masyarakat. Tapi memang ini butuh dukungan pemerintah, oleh karena itu kami sedang mempelajari bersama dengan Kementerian Perindustrian dan semua institusi pemerintah soal bagaimana bisa memasarkan lebih sukses,” papar Direktur Finance and Administration PT. Toyota Astra Motor (TAM) Darmawan Widjaja di kesempatan sama.

Sebagai informasi, di Indonesia, Toyota beroperasi dengan dua perusahaan yakni TMMIN dan TAM. TMMIN bertindak sebagai produsen dan pengekspor mobil Toyota dari negara ini, sementara TAM adalah distributor di dalam negeri. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual