Toyota Indonesia Bersiap Menuju Perakitan Mobil Ramah Lingkungan

Berita Otomotif

Toyota Indonesia Bersiap Menuju Perakitan Mobil Ramah Lingkungan

BANDUNG – Toyota Indonesia saat ini sedang membangun dasar-dasar kuat menuju industri otomotif ramah lingkungan, baik dari kendaraannya maupun proses produksinya.

Di antara usaha-usaha yang dilakukan adalah membangun kesadaran dan kemampuan generasi muda terhadap teknologi ramah lingkungan melalui program Toyota Eco Youth (TEY). Selain itu, pabrik-pabrik Toyota Indonesia di Karawang, Jawa Barat plus Jakarta Utara sudah menerapkan diversifikasi energi dalam operasional pabrik.

TEY adalah kompetisi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuaran se-Indonesia. TEY 2018 resmi dibuka pada Kamis (5/4/2018) di Bandung, Jawa Barat. Direktur Administration, Corporate, dan External Affairs PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azzam mengatakan TEY kini telah memasuki tahun pelaksanaan ke-11 sejak pertama kali digelar pada 2005.

Bob, dalam wawancaranya dengan Mobil123.com di sela acara, menjelaskan bahwa TEY merupakan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan sekaligus upaya mereka membentuk generasi muda peduli terhadap lingkungan plus inovatif menciptakan teknologi-teknologi ramah lingkungan. Penyiapan  sumber daya manusia muda ini merupakan salah satu unsur penting untuk mencapai misi ‘Environmental Challenge 2050’ yang dicanangkan oleh Toyota secara global.

“Kami dari Toyota sudah punya komitmen untuk ikut serta di dalam pengelolaan lingkungan. Toyota sendiri sudah membangun peta jalan hingga 2050 untuk berusaha mencapai nihil emisi. Tidak hanya kendaraan, tapi juga pabrik. TYE ini juga bagian untuk merealisasikan hal tersebut dengan menyesuaikan situasi-kondisi di Indonesia,” papar dia.

Sebagai informasi, melalui misi Environmental Challenge 2050, Toyota menargetkan emisi gas buang kendaraan-kendaraan mereka hingga 90 persen pada 2050 jika dibandingkan dengan 2010. Salah satu pabrikan terbesar sejagad itu juga berambisi mengeliminasi sepenuhnya produksi emisi gas buang dari siklus hidup kendaraan, termasuk dari proses perakitan kendaraan, suku cadang, sampai material.

TEY 2018 bertema Eco Sociopreneur dan terdiri dari dua kategori yaitu  Eco Science dan Eco Social. Eco Science mencari pemenang proyek berbasis ilmu dasar terapan yang mampu memperbaiki dan berdampak langsung pada lingkungan. Adapun Eco Social mencari pemenang proyek sosial yang mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar untuk beraksi dalam perbaikan lingkungan.

“Tahun lalu, tak kurang dari 2.500 proposal ikut dalam kompetisi ini dan ditargetkan tahun ini tembus di 3.000 proposal. Demikian pula jumlah  keterlibatan sekolah semakin banyak ikut ambil bagian. Tahun lalu tak kurang dari 500 sekolah berkompetisi dan tahun ini diharapkan kami dapat mencapai keterlibatan sampai 600 sekolah atau lebih,” ujar Bob.

Toyota sudah mengeluarkan investasi hingga Rp 47 miliar selama 11 kali pelaksanaan TEY. Di TEY tahun ini, Toyota menyiapkan Rp 5 miliar.

Di sisi lain, salah satu yang perlu diketahui adalah diversifikasi energi pabrik, Toyota antara lain sudah menggunakan generator berbahan bakar gas. Ada pula penggunaan tenaga matahari plus beberapa aktivitas mesin menggunakan tenaga gravitasi alih-alih listrik.

“Itu bentuk-bentuk langkah kami bertransformasi, mulai dari heavy transformation seperti gunakan robot dan industri 4.0 sampai transformasi yang bisa dikontribusikan oleh karyawan kita,” tutup Bob. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual