Toyota: Mobil Dinas Baru Para Menteri Tidak Dijual untuk Umum

Berita Otomotif

Toyota: Mobil Dinas Baru Para Menteri Tidak Dijual untuk Umum

JAKARTA - Mobil dinas terbaru para memang mewah dan menggiurkan, tapi masyarakat tidak akan bisa memesannya ke dealer-dealer Toyota meski punya uang yang cukup.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), menjelaskan bahwa mobil-mobil dinas para menteri periode 2019 - 2024 tidak dijual untuk umum. Pengadaannya khusus bagi para pembantu presiden dan mereka sebagai agen tunggal pemegang merek tidak mendatangkannya lagi ke Tanah Air.

“Mobil Crown saat ini tidak dipasarkan untuk retail,” ujar dia kepada Mobil123.com via pesan singkat pada akhir pekan lalu.

Sekadar mengingatkan, PT. Astra International (AI) yang menjadi pemegang saham TAM selain Toyota Motor Corporation pada bulan lalu memenangi tender pengadaan 101 unit mobil dinas untuk para menteri dan pejabat setingkat menteri. Adapun model yang disodorkan ialah Toyota Crown 2.5 HV G-Executive.

Riki Rusdianto, Koordinator Kepala Cabang Dealer DKI Jakarta Auto2000, menjelaskan bahwa TAM lalu mempercayakan penyaluran unit pada mereka. Baik Anton maupun Riki kompak menerangkan serah-terima unit telah dilakukan pada 30 September.

Lebih lanjut, Riki pun menjelaskan dealer-dealer resmi Toyota di Indonesia tidak bakal ada yang menawarkan atau menerima pemesanan Crown 2.5 HV G-Executive. Satu-satunya peluang adalah membelinya melalui importir umum tanpa ada garansi resmi dari TAM.

“Tapi, kalau bicara layanan servis, bengkel-bengkel resmi Auto2000 tetap mau menerima unit yang dibeli lewat importir umum,” tukas dia di sela-sela acara test drive mobil-mobil hybrid Toyota bagi konsumen pada akhir pekan kemarin.

Sebagai informasi, untuk tender pengadaan mobil dinas menteri pemerintah menganggarkan Rp 152 miliar. Tepatnya adalah Rp 152.430.300.000 yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

AI menang dengan Harga Hasil Negosiasi Rp 147.229.317.000, sementara Harga Perkiraan Sendiri (HPS) ialah Rp 147.312.469.200. Lalu, berapakah harga per unit bagi mobil-mobil dinas para menteri?

“Saya kurang tahu detailnya. Tapi kurang-lebih sekitar Rp 1,5 miliar,” kata Riki. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar