Toyota: Keuntungan Jualan LCGC Seperti Agya dan Calya Itu Tipis

Berita Otomotif

Toyota: Keuntungan Jualan LCGC Seperti Agya dan Calya Itu Tipis

JAKARTA – Toyota mengklaim profitabilitas yang mereka dapat dari penjualan mobil-mobil low cost green car (LCGC) tipis, tapi mereka terus melakukannya untuk menyukseskan program pemerintah.

Toyota menjadi satu dari lima pabrikan yang mengikuti program mobil berkapasitas kecil dan minim polusi bernama LCGC. Salah satu pabrikan otomotif terbesar di dunia asal Jepang tersebut memiliki dua model yakni hatchback Agya serta multi purpose vehicle (MPV) Calya.

“Orang-orang dulu melihatnya yang diuntungkan dengan adanya LCGC itu adalah Toyota, Daihatsu, Nissan, dan merek-merek lain yang bermain di kelas itu. Tapi kalau kami ditanya, buat kami LCGC itu ‘tulang’,” ucap Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM) ketika diwawancarai Mobil123.com via sambungan telepon.

Ia lalu menjelaskan bahwa definisi ‘tulang’ yang ia baru saja sebut adalah tingkat profitabilitas yang makin lama makin kecil. Pasalnya, biaya produksi dari tahun ke tahun semakin naik khususnya setelah nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melonjak hingga tembus Rp 14.000 per dollar AS sejak tahun lalu.

Sementara itu, harga mobil-mobil LCGC tidak bisa dinaikkan sewaktu-waktu untuk merespons kondisi pasar. Ini karena kenaikan harga diatur serta mesti mendapat persetujuan pemerintah.

“Harga tergantung kebijakan pemerintah. Tapi kami tetap ikut karena kami, kan, memang mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk LCGC. Bukan untuk profitabilitas. Jadi kami memenuhi (comply) peraturan pemerintah,” tandasnya.

Sebagai informasi, segmen LCGC diinisiasi pemerintah lewat peraturan yang terbit pada 2013. Regulasi ini membebaskan model kendaraan yang dijual dari Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) jika memenuhi persyaratan-persyaratan dari regulator.

Di antara syarat-syarat itu adalah mesin berkapasitas maksimal 1.2-liter (bensin) atau 1.5-liter (diesel), konsumsi bahan bakar minyak minimal 20 km/liter, memenuhi standar RON 92 atau (bensin) atau Cetane Number 51 (diesel). Selain itu, mobil juga mesti dirakit di dalam negeri serta memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditentukan.

Merek-merek yang terjun di dalamnya seluruhnya berasal dari Jepang. Mereka adalah Toyota, Daihatsu, Suzuki, Datsun, Honda.

Adapun model-modelnya hingga kini adalah Agya, Calya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, Suzuki Karimun Wagon R, Datsun Go Panca (transmisi manual), Datsun Go+ Panca, Honda Brio Satya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar