Harga Mayoritas Model Toyota Naik Rp 1 Juta Hingga 25 Juta

Berita Otomotif

Harga Mayoritas Model Toyota Naik Rp 1 Juta Hingga 25 Juta

JAKARTA – Toyota ternyata sudah menaikkan harga sebagian besar model mereka pada bulan pertama 2019. Kenaikan terkecil Rp 1 juta, tapi ada juga yang menyentuh Rp 25 juta.

Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur PT. Toyota Astra Motor (TAM), menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan kenaikan harga per 1 Januari kemarin. Kenaikan tersebut, menurutnya terjadi pada hampir semua model, tapi ia tidak merincikan apa saja yang banderolnya masih ditahan.

“Faktor kenaikan harga bermacam-macam variabelnya. Ada dari unsur biaya seperti biaya produksi, logistik, pajak, Bea Balik Nama (BBN). Ada juga unsur lain seperti penerimaan pasar dan lain-lain. Unsur-unsur itulah sebenarnya dasar kami mengambil keputusan apakah dinaikkan atau tidak,” papar dia usai seremoni peluncuran All-New Toyota Camry pada awal pekan ini di Jakarta.

Menurut mantan Chief Marketing Officer Auto2000 itu, rentang kenaikan sangat beragam. Tapi, untuk model-model yang sudah diproduksi di pabrik Toyota atau pun Daihatsu di Indonesia, penambahan harga berkisar dari Rp 1 juta hingga Rp 4 juta.

Rentang kenaikan harga model-model yang masih diimpor secara utuh (Completely Built-Up/CBU) lebih tinggi lagi. Henry menerangkan nominalnya dimulai dari sekitar Rp 3 juta sampai dengan  Rp 25 juta.

Sepanjang 2018 kemarin, banyak pabrikan—termasuk Toyota—menaikkan harga kendaraan karena depresiasi kurs rupiah yang sangat dalam. Sebagai gambaran, nilai tukar rupiah yang pada awal 2018 masih Rp 13.500-an/dollar AS melonjak menjadi Rp 14.481/dollar AS menurut Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

Nilai tukar mata uang juga pasti masuk sebagai bagian dari faktor biaya juga, tapi tak melulu hanya itu dasar keputusannya,” ujar Henry soal kebijakan kenaikan harga di Januari 2019.

Kurs rupiah sejauh ini sendiri masih menembus Rp 14.000-an/dollar AS, meski sudah menunjukkan sedikit perbaikan. Harga mobil sayangnya tidak seperti harga barang konsumsi yang pergerakannya lebih ‘cair’.

Pertimbangan ini  juga yang membuat para pabrikan cukup lama menahan harga pada tahun lalu karena penerimaan pasar pun tak terlalu baik. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support