Toyota Belum Tahu All-New Livina Lebih Mengancam Avanza atau Xpander

Berita Otomotif

Toyota Belum Tahu All-New Livina Lebih Mengancam Avanza atau Xpander

JAKARTA – Toyota mengaku masih belum bisa memperkirakan dampak kehadiran ‘pemain baru tapi lama’, All-New Nissan Livina, terhadap pesaing-pesaingnya. Pasalnya, banyaknya model-model low multi purpose vehicle (LMPV) membuat tipikal konsumen segmen ini makin tersegmentasi.

Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM), mengaku belum dapat memberikan proyeksi apakah penjualan Toyota Avanza akan turun gara-gara All-New Livina. Bisa saja, ujarnya, pengaruh itu hadir bukan ke Avanza tapi ke Mitsubishi Xpander. Ia saat ini masih yakin target yang dibebankan untuk Avanza yakni 7.000 unit per bulan bisa tercappai.

“Kami belum tahu apa All-New Livina bakal pengaruhi pasar (LMPV) naik atau pengaruhi penjualan Avanza nantinya turun. Apa berpengaruh terhadap Avanza atau Xpander. Kami belum mengerti. Ini karena model itu (All-New Livina), kan, bisa dikatakan sebagai turunannya Xpander,” ujar dia ketika diwawancarai Mobil123.com pada Kamis (21/2/2019) via sambungan telepon.

Seperti diketahui, All-New Livina menjalani debut global di Indonesia pada 19 Febuari dengan banderol on-the-road Jakarta mulai Rp 198,8 juta – 261,9 juta. Model ini menggunakan platform Xpander, juga diproduksi di pabrik Mitsubishi Cikarang, Bekasi.

Segmen LMPV sendiri terdiri dari banyak pemain besar Jepang plus satu pemain dari China. Selain Avanza, Xpander dan All-New Livina, ada Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, Wuling Confero.

Tiga Kategori Konsumen LMPV
Lebih lanjut, menurut Soerjopranoto, begitu beragamnya model LMPV saat ini membuat konsumen-konsumen dengan berbagai pertimbangan serta karakter terfasilitasi. Ada tiga kategori konsumen secara umum. 

Avanza ia nilai lebih ke arah fungsional dengan sistem penggerak roda belakang. Xpander, di sisi lain, punya segmen konsumen tersendiri dengan desain yang emosional serta stylish.

“Xpander itu sebenarnya bukan pionir untuk hal ini. Pionir desain seperti ini adalah Mobilio yang ketika meluncur pada 2014 memperkenalkan desain advance. Sekarang ditambah lagi dengan Xpander,” menjelaskan ‘tali merah’ kedua model tersebut.

Kehadiran Confero serta strategi yang dibawanya juga membuatnya punya segmen konsumen sendiri. Soerjo menjelaskan Confero menyedot pasar di tataran bawah dengan segala spesifikasinya.

“(Ini mereka lakukan) dengan fitur-fitur bersifat premium yang mereka angkat tapi harganya terjangkau atau rendah. Itu permainannya Wuling, lah,” tandasnya.

Di luar semua itu, Toyota, aku Soerjo, lebih melihat aspek positif dari semua itu yakni pertumbuhan pasar mobil nasional secara keseluruhan.

“Tiga segmen konsumen di LMPV ini menurut kami bakal memperkaya pasar otomotif nasional. Makanya tahun lalu itu masih naik sekitar 7 persen penjualan mobil. Jadi tidak apa-apa kalau misalnya penjualan model salah satu merek turun 2.000 – 3.000 unit per bulan tapi yang lain bisa ambil 5.000 – 6.000 unit. Berarti, kan, pasar masih bertambah 2.000 unit. Kehadiran semua model ini positif bagi pasar,” tegasnya.

Ia memperkirakan pasar mobil nasional tahun ini minimal sama dengan 2018 yaitu 1,15 juta unit meski situasi politik memanas karena April nanti ada Pemilu Presiden. Kontribusi MPV secara umum bertambah dari 44 – 45 persen menjadi di atas 45 persen. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar