Toyota Corolla Generasi Terbaru Belum Tentu Masuk Indonesia

Berita Otomotif

Toyota Corolla Generasi Terbaru Belum Tentu Masuk Indonesia

GUANGZHOU – Toyota Corolla generasi ke-12 rencananya akan dipasarkan di lebih dari 150 negara. Agen pemegang merek Toyota di Indonesia sendiri mengaku ‘masih studi’ untuk memasukkan produk ini.

All-New Corolla menjalani debut global pada Jumat (16/11/2018) di Guangzhou International Automobile Exhibition. Dua keunggulannya antara lain fitur keamanan  aktif Toyota Safety Sense (TSS) generasi kedua serta fitur fitur konektivitas mumpuni.

Sejak mengaspal pertama kali pada 1966, untuk pertama kalinya Corolla juga punya varian hybrid. Corolla termutakhir diproduksi di Jepang dan Amerika Serikat.

Toyota, melalui pernyataan pers di situs resmi mereka, menjelaskan All-New Corolla bakal meluncur secara bertahap di  150 negara. Penjualan di Amerika Serikat dan Eropa dijadwalkan pada musim semi 2019.

China, pasar otomotif terbesar dunia, baru mendapatkannya pada semester kedua 2019. Adapun penjualannya di Jepang juga dimulai pada tahun depan, tanpa detail waktu.

“Saya percaya diri konsumen-konsumen kami akan melihat cara Toyota membuat mobil telah berubah signifikan,” ucap Yoshiki Konishi, Chief Engineer All-New Corolla, mengenai dampak berbagai fitur canggih, desain baru, serta platform Toyota New Global Architechture (TNGA) pada kendaraan ini.

Belum Pasti
Rouli Sijabat, Public Relations Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM), menjelaskan bahwa pihaknya masih studi mengenai All-New Corolla. Belum ada rencana mendatangkannya ke Tanah Air hingga saat ini.

Toyota, kata dia, bisa saja tidak mengaspalkannya di sini. Kemungkinan lain adalah mendatangkannya agak belakangan, tergantung kesiapan pasar, seperti yang pernah mereka lakukan pada Yaris pada awal 2000-an.

“Karena kalau bicara rencana artinya sudah ada time frame, kan. Sementara kalau dilihat sebetulnya dari pasar sedang tahun ini menurun. Trennya makin turun. Namanya hitung-hitungan bisnis, kami harus lihat menguntungkan atau tidak, sementara kita saksikan konsumennya mungkin ke arah segmen lain seperti misalnya SUV, itu yang jadi perhatian kami,” paparnya kepada Mobil123.com via sambungan telepon.

Toyota di Indonesia memasarkan Corolla Altis dengan cara impor utuh. Pada Januari-Oktober, impornya menurut data Gaikindo 574 unit saja. Untuk perbandingan, pada periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan wholesales model ini adalah 589 unit.

Sebagai informasi, pasar sedan Indonesia memang terhambat oleh pajak tinggi yang mempengaruhi harga jual plus penjualannya yang hanya beberapa persen dari pasar mobil nasional. Karena itu, beberapa pabrikan yang dahulu sempat merakit sedan di sini satu-persatu tidak lagi melakukannya. Kini, sedan rakitan lokal hanya Toyota Vios.

Pemerintah sebenarnya saat ini berencana melakukan harmonisasi pajak kendaraan, termasuk untuk sedan. Namun, peraturan tersebut belum juga diterbitkan.

“Ada model yang bisa meluncur dan dipasarkan di sebuah negara, tapi di negara lain tidak. Ada juga model yang di sebuah negara masuk segmen premium, sedangkan di negara lain segmennya menengah. Model bisa sama tapi peruntukannya berbeda-beda. Hal itu dipengaruhi hal-hal seperti regulasi pemerintah soal emisi, kapasitas mesin, dan lain-lain. Semua itu larinya ke pajak, kemudian lari ke harga, lalu berlanjut ke segmen,” tutup Rouli. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support