Tesla Untung Bukan dari Jualan Mobil, tapi dari Duit Para Kompetitor

Berita Otomotif

Tesla Untung Bukan dari Jualan Mobil, tapi dari Duit Para Kompetitor

JAKARTA – Sebuah fakta unik terungkap. Tesla saat ini meraup keuntungan bukan dari berjualan mobil, tapi justru dari uang yang diberikan oleh para kompetitor mereka.

Tesla, menurut laporan CNN.com baru – baru ini, membukukan laba bersih untuk pertama kalinya pada 2020. Akan tetapi, laporan keuangan positif tersebut terjadi bukan berkat penjualan mobil yang ‘hanya’ 500 ribu unit secara global.

Itu semua berkat penjualan apa yang disebut sebagai ‘greenhouse gas credits’ kepada pabrikan – pabrikan otomotif lain yang notabene adalah kompetitor Tesla.

pabrikan mobil listrik Tesla
Sebagai informasi, 11 negara bagian di Amerika Serikat mewajibkan para pabrikan untuk menjual mobil listrik dalam persentase tertentu. Pabrikan yang tidak bisa memenuhinya harus membeli greenhouse gas credits dari pabrikan lain yang mengalami surplus persentase.

Sebagai korporasi yang hanya memproduksi dan menjual kendaraan listrik, tentu saja Tesla mengalami surplus banyak. Tak heran, greenhouse gas credit Tesla akhirnya dibeli oleh para pesaing mereka.

Jual – beli greenhouse gas credit membawa cuan yang tak sedikit bagi Tesla. Pabrikan yang diisukan berminat membangun fasilitas manufaktur baterai mobil listrik di Indonesia tersebut mendapatkan USD3,3 miliar dalam lima tahun terakhir dari sana.

Gilanya, sebanyak USD1,6 miliar di antaranya mereka dapat pada 2020. Tanpa itu, Tesla masih bakal mencatatkan rugi bersih tahun lalu.

Tesla Model 3
“Orang – orang ini kehilangan uang dalam menjual mobil. Mereka mendapatkan keuntungan dari menjual kredit,” ucap Gordon Johnson dari GLJ Research.

Tesla menyadari, keuntungan dari penjualan greenhouse gas credit tidak bisa mereka andalkan dalam jangka panjang. Mereka berniat mengubahnya.

“Ini (jual – beli greenhouse gas credit) adalah area yang sangat sulit kami proyeksikan. Dalam jangka panjang, kredit ini tak akan menjadi bagian dari pendapatan materiil dari bisnis dan kami tidak merencanakan bisnis di sekitarnya,” ucap Zachary Kirkhorn, Chief Financial Officer Tesla.

Tesla merupakan salah satu perusahaan otomotif paling bernilai di dunia berkat kenaikan harga saham mereka yang amat signifikan. Nilainya meroket 743 persen pada 2020.

Tren superpositif dari saham Tesla pula lah yang membuat kekayaan Pendiri sekaligus Chief Executive Officer mereka yaitu Elon Musk melangit dan menjadi orang terkaya dunia saat ini. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar