Jokowi Kebut Terciptanya Industri Mobil Listrik Skala Besar di Indonesia

Berita Otomotif

Jokowi Kebut Terciptanya Industri Mobil Listrik Skala Besar di Indonesia

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah akan berusaha menciptakan industri mobil listrik berskala besar di Indonesia dalam waktu secepat-cepatnya.

Jokowi, sapaan Joko Widodo, ketika memberikan kata sambutan dalam MGN Summit 2021, mengatakan bahwa sumber daya alam (SDA) yang berlimpah di Indonesia membuat berkesempatan besar untuk membangun industri dari hulu ke hilir. Primadona ekonomi dunia di masa depan sendiri adalah produk – produk maupun ekonomi ramah lingkungan (green product and green economy).

“Kita harus mengantisipasi bahwa green product dan green economu yang low carbon (rendah karbon) dan resources efficient (efisien sumber daya) akan menjadi primadona industri ke depannya,” ucap dia dalam acara yang disiarkan langsung via YouTube pada Rabu (27/1/2021) tersebut.

Sebagai informasi, salah satu target Indonesia sendiri saat ini adalah membangun industri kendaraan listrik beserta komponennya. Bermodalkan cadangan nikel yang berlimpah, berbagai pabrik komponen baterai mobil listrik besar di dunia seperti CATL dari China maupun LG Chemical dari Korea Selatan sudah berkomitmen menanamkan modal untuk membangun fasilitas manufakturing di dalam negeri.

Mulai Oktober 2021, berbagai insentif fiskal maupun non-fiskal bagi kendaraan listrik (hybrid, plug-in hybrid/PHEV, 100 persen baterai) yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 juga berlaku. Merek – merek otomotif global sudah menyambutnya dengan merilis mobil – mobil listrik baru bahkan sebelum insentif berlaku.

Ada juga komitmen investasi perakitan mobil listrik dari mereka. Di antaranya adalah dari Toyota maupun Hyundai.

Infrastruktur pengecasan mobil listrik juga akan dibangun. Pada 2025, diproyeksikan ada 2.400 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Nusantara.

“Saat ini kita mulai masuk dalam global supply chain (rantai suplai global) untuk green economy. Indaustri baterai lithium yang diolah dari kekayaan alam kita sendiri sekaligus industri mobil listrik dalam skala besar kita upayakan agar segera beroperasi di negara kita Indonesia dan ini akan menjadi sebuah sinyal bahwa Indonesia akan menjadi motor pengembangan industri masa depan yang berpengaruh dan disegani,” tegas Jokowi lagi dalam MGN Summit 2021.

Dalam peta jalan program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), ditargetkan bahwa 20 persen produksi kendaraan lokal dikontribusikan oleh yang bertenaga listrik. Ini bisa dari hybrid, PHEV, maupun 100 persen baterai. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar