Tesla Kini Lebih Bernilai dari Toyota, Disney dan Coca-Cola

Berita Otomotif

Tesla Kini Lebih Bernilai dari Toyota, Disney dan Coca-Cola

NEW YORK – Tesla kini menjadi perusahaan otomotif paling bernilai di dunia. Secara umum, nilai Tesla juga di atas berbagai korporasi besar dan terkenal lainnya.

Nilai saham Tesla, seperti dilaporkan Forbes, meningkat hingga mencapai rekor tertinggi pada Rabu (2/7/2020) waktu setempat. Kini, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut berharga lebih dari 208 miliar dollar AS (Rp 3,011 kuadriliun).

Ini menjadikan korporasi yang didirikan oleh si jenius nyentrik Elon Musk tersebut sebagai pabrikan otomotif paling bernilai di muka bumi. Saingan terdekatnya di industri yang sama adalah Toyota.

Merek roda empat asal Jepang itu bernilai sekitar 203 miliar dollar AS (Rp 2,93 kuadriliun). Akan tetapi, dari perspektif skala bisnis, Toyota amat jauh mengungguli karena pada kuartal satu 2020 mereka memproduksi 2,4 juta unit mobil. Adapun Tesla hanya memproduksi 103 ribu unit kendaraan.

Tesla juga bernilai jauh di atas banyak kompetitor lain. Misalnya saja Fiat Chrysler (20 miliar dollar AS), Ford (24 miliar dollar AS), Ferrari (32 miliar dollar AS), General Motors (36 miliar dollar AS), BMW (41 miliar dollar AS), Honda (46 miliar dollar AS), Volkswagen (74 miliar dollar AS).

Di Atas Disney dan Coca-Cola
Nilai saham Tesla, menurut CNN, juga berada di atas hampir seluruh perusahaan yang berada di dalam indeks S&P 500. Sebagai informasi, indeks ini berisi 500 perusahaan besar yang disusun oleh Standar & Poor’s dan menjadi salah satu acuan pasar saham global.

Tesla bahkan mengungguli perusahaan-perusahaan ikonik asal ‘Negeri Paman Sam’. Sebut saja, contohnya, ialah Disney, Coca-Cola, maupun Exxon Mobile.

Tesla juga berada di atas PayPal, perusahaan yang dahulu didirikan Elon Musk dan baru saja menyiram modal ke startup asal Indonesia GoJek. Hanya ada 19 perusahaan di dalam S&P 500 yang nilainya mengungguli Tesla, di dalam indeks tersebut dan satu nama di antaranya ialah AT&T.

Pabrikan otomotif berusia relatif muda itu sendiri belum cukup konsisten secara profitabilitas, untuk dimasukkan ke dalam indeks S&P 500. Akan tetapi, bisa jadi Tesla semakin mendekati patokan minimalnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar