Terlalu Lama Istirahat Saat Berkendara Ternyata Bisa Berdampak Negatif

Panduan Pembeli

Terlalu Lama Istirahat Saat Berkendara Ternyata Bisa Berdampak Negatif

JAKARTA – Istirahat saat berkendara memang harus dilakukan guna menjaga kondisi badan tetap maksimal, namun ada hal yang harus diperhatikan.

Bahkan di jalan tol, sering kali diberikan rambu-rambu peringatan agar pengemudi yang sudah lelah sebaiknya beristirahat. Tidak heran bila rest area di tol selalu dipadati oleh orang yang beristirahat karena melakukan perjalanan jarak jauh. Dengan beristirahat maka diharapkan stamina seseorang khususnya pengemudi bisa kembali pulih untuk melanjutkan perjalanan.

Tapi, beristirahat terlalu lama ternyata juga tidak dianjurkan karena dapat menghilangkan semangat dalam berkendara. Hal ini disampaikan oleh Sony Susmana, pendiri Safety Defensive Consultant Indonesia pada Mobil123 beberapa waktu lalu.

“Beristirahat khususnya saat berkendara jarak jauh memang harus dilakukan untuk memastikan kondisi badan pengemudi tetap segar. Setiap berkendara 3 sampai 4 jam, maka sebaiknya istirahat selama 30 menit. Jangan lebih dari itu. Kalau lebih dari 30 menit, passion dari mengemudi akan hilang dan pengemudi akan menjadi lebih cepat jenuh,” ungkapnya.

Jalan tol
Dalam 30 menit tersebut, pengemudi juga sebaiknya melakukan streching pada tubuh agar peredahan darah tetap lancar. Streching disarankan fokus pada 4 bagian tubuh yaitu leher, tangan, pinggul dan kaki.

“Tapi kalau mau istirahat lebih lama, maka sebaiknya langsung tidur. Sebelum tidur, sebaiknya minum kopi terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar ketika bangun, efek dari kopi bisa langsung terasa pada pengemudi. Ini karena efek kopi memang baru terasa setelah sekitar 1 jam sejak diminum, jadi tidak instan saat itu juga,” terangnya.

Ia pun menambahkan bahwa sebelum melakukan perjalanan, pengemudi harus melakukan persiapan matang, termasuk istirahat yang cukup. Pasalnya, mengemudi adalah pekerjaan yang melibatkan seluruh anggota badan dan diperlukan fokus semaksimal mungkin.

“Jadi sebelum melakukan perjalanan, pengemudi harus tidur minimal 7 hingga 8 jam. Kalau kurang dari itu maka pengemudi akan lebih sulit untuk fokus. Ingat, mengemudi adalah pekerjaan yang melibatkan seluruh tubuh sehingga diperlukan fokus tinggi. Kalau ini dilakukan maka stamina pengemudi biasanya cukup untuk mengemudi selama 4 jam,” tambahnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar