Donald Trump Ingin Paksa Jepang Beli Mobil Impor Amerika

Berita Otomotif

Donald Trump Ingin Paksa Jepang Beli Mobil Impor Amerika

NEW YORK – Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS), sepakat mendiskusikan perjanjian perdagangan dengan pemimpin Jepang demi mendorong lebih banyak mobil dari negaranya masuk ke sana. Masalahnya, mobil impor AS pada dasarnya sudah tak diminati konsumen Jepang.

Trump, seperti dikutip dari Bloomberg, bertemu Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang pada pertengahan pekan ini di New York, AS. Pertemuan keduanya terjadi di sela-sela United Nations General Assembly ke-73.

Setelah bertatap muka dengan Abe, Trump mengumumkan kesepakatan negosiasi perjanjian dagang antara kedua negara. Selama perundingan tersebut berlangsung ia berjanji tidak akan memberlakukan bea masuk mobil impor 25 persen pada mobil-mobil Jepang yang selama ini menjadi ancamannya.

Trump diketahui ingin memasukkan lebih banyak lagi mobil impor asal AS ke Jepang. Di sisi lain, ia meminta merek-merek Jepang membangun lebih banyak pabrik di ‘Negeri Paman Sam’ untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus mengurangi impor mobil ‘Negeri Sakura’.

Konsumen Jepang Tak Tertarik
Berdasarkan data, mobil-mobil impor Amerika di Jepang memang sangat sedikit jumlahnya dan ini bukan karena hambatan dagang. Pasalnya, Jepang sudah meniadakan pajak impor mobil sejak empat dekade silam. Hal ini berbeda dengan AS yang masih memberlakukan bea masuk 2,5 persen bagi kendaraan penumpang serta 25 persen untuk truk.

Anehnya, kondisi merek mobil AS di Jepang berbanding terbalik dengan performa merek mobil Jepang di negara adikuasa tersebut. Dari 3,2 juta unit kendaraan yang terjual pada Januari – Agustus tahun ini di Jepang, hanya 0,3 persennya merek AS. Sementara itu, pangsa pasar merek Jepang di AS mencapai sekitar 40 persen.

Dari total penjualan mobil di Jepang, cuma 7 persen di antaranya yang diimpor. Merek-merek Eropa paling banyak didatangkan secara utuh dari luar dengan volume 186 ribu, diikuti merek Jepang (40 ribu unit), kemudian AS (9 ribu unit).

Merek-merek Jerman mengklaim sebagai lima besar pengimpor. Mercedes-Benz menjadi yang terdepan dengan volume penjualan 42 ribu unit sejauh ini dan BMW ada di peringkat kedua dengan 30.500 unit.

Lantas, siapa merek AS paling laris?  Jawabannya adalah Jeep, merek milik Fiat Chrysler Automobile. Sport utility vehicle (SUV) ini terjual 7.000 unit selama delapan bulan berjalan 208. Penjualan Jeep lebih banyak dari total volume seluruh merek mobil AS.

Berdasarkan wawancara, para konsumen Jepang menganggap mobil-mobil Amerika telalu besar dan tak efisien. Mereka lebih memilih mobil kecil dan hemat konsumsi bahan bakar.

Tak lakunya merek AS di Jepang sudah makan ‘korban’ karena Ford minggat dari sana pada 2016. Ford menyebut Jepang adalah pasar otomotif maju yang paling tertutup di dunia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar