Suzuki Terpaksa Stop Produksi di Myanmar Akibat Kudeta Militer

Berita Otomotif

Suzuki Terpaksa Stop Produksi di Myanmar Akibat Kudeta Militer

YANGON - Suzuki Motor terpaksa menghentikan sementara produksi mereka di Myanmar menyusul kudeta militer yang terjadi beberapa hari lalu.

Seperti kita ketahui bersama, di awal Februari 2021, terjadi kekacauan politik di Myanmar. Pihak militer pimpinan Jenderal Senior Min Aung Hlaing menggulingkan pimpinan sipil Myanmar Aung San Suu Kyi dan jajarannya di pemerintahan.

Pihak militer menyatakan aksinya ini sejalan dengan hukum setelah pemerintah dianggap gagal merespon berbagai kecurangan yang terjadi pada pemilu tiga bulan lalu. Mereka juga menyatakan akan memegang kekuasaan di bawah keadaan darurat selama 12 bulan dan akan segera mengadakan pemilihan ulang.

Menyikapi perkembangan ini, seperti yang diberitakan Just Auto, Suzuki Motor Corporation mengambil tindakan untuk menghentikan produksi di 2 pabrik mereka di Yangon, Myanmar. Mereka tidak ingin mengambil risiko untuk menyelamatkan fasilitas berikut dengan 400 orang pekerja di sana.

Suzuki Terpaksa Stop Produksi di Myanmar Akibat Kudeta Militer

Belum diketahui sampai kapan produksi dari 2 pabrik yang memproduksi Swift dan Ertiga ini akan dihentikan. Namun bisa dipastikan akan menunggu hingga situasi politik lebih stabil di Myanmar.

Apalagi, dikabarkan ada kedekatan antara perusahaan-perusahaan Jepang dengan Aung San Suu Kyi. Sejak kemenangan besar pemimpin sipil yang mantan aktivis Myanmar ini pada pemilihan 2015, banyak perusahaan Jepang berinvestasi di sana, tentu dengan kudeta ini mereka harus lebih hati-hati dalam mengambil keputusan agar tidak terkena masalah.

Suzuki sendiri cukup berhasil berbisnis di Myanmar. Menurut data 2019, Suzuki menjadi penguasa dengan mendominasi market share hingga 60 persen, total penjualan tercatat lebih dari 13 ribu unit.

Suzuki tahun lalu juga menambah investasi di Myanmar untuk meningkatkan produksi. Total modal tambahan sendiri mencapai $ 108 juta, yang akan digunakan untuk menambah 5 line produksi yang akan menghandle urusan pengecatan.

Suzuki Terpaksa Stop Produksi di Myanmar Akibat Kudeta Militer
Selain Suzuki, ratusan perusahaan Jepang berbisnis di Myanmar dengan pasar yang terus berkembang. Tercatat populasi negara yang dulunya bernama Burma, kini berjumlah sekitar 50 juta jiwa sangat mengiurkan untuk dijadikan target pengembangan bisni.

Pabrikan otomotif Jepang lainnya yakni Toyota Motor Company yang dijadwalkan akan memulai operasi pabrik baru di Myanmar juga mengisaratkan akan menunda rencana mereka. Dan memilih akan melihat perkembangan situasi imbas dari krisis ini.

"Kami belum bisa berhubungan dengan staff di Myanmar, jadi kami belum tahu situasi yang berkembang saat ini," jelas pihak Toyota.

Memang sampai saat ini semua jalur telekomunikasi di Myanmar terputus. Internet dan seluruh jaringan telekomunikasi lainnya tentu telah dikuasai militer yang membuat perusahaan sulit untuk mengakses informasi atau mengontak perwakilan mereka di Myanmar.

Akibat kudeta militer, beberapa perusahaan Jepang lainnya juga memilih untuk menghentikan sementara aktivitasnya. Seperti Denso yang merupakan perusahaan pemasok sparepart juga AEON co dengan bisnis retail besar di sana. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar