Suzuki Tahan Harga Ertiga dan XL7 Sekuat Tenaga Saat Pandemi Corona

Berita Otomotif

Suzuki Tahan Harga Ertiga dan XL7 Sekuat Tenaga Saat Pandemi Corona

JAKARTA – Suzuki mengaku akan menahan harga Ertiga, XL7, maupun model-model rakitan lokal lain sekuat tenaga di tengah ketidakpastian kurs rupiah karena pandemi virus Corona.

Sejak diumumkan masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020, pandemi virus Corona telah berdampak negatif terhadap ekonomi nasional. Salah satunya adalah tren depresiasi kurs rupiah terhadap dollar AS.

Suzuki telah menaikkan harga model-model impor (Completely Built-Up/CBU) pada April 2020 karena alasan ini. Kenaikan tertinggi terjadi pada Jimny yang banderolnya terkoreksi Rp 15 juta.

Adapun model-model rakitan lokal yakni Ertiga, XL7, Carry, Karimun Wagon R, maupun APV tidak mereka naikkan. Alasan pertama yang mereka kemukakan adalah karena seluruh model tersebut sudah lebih resisten terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah.

“Kebetulan produk-produk yang kami produksi di sini sudah mempunyai tingkat komponen dalam negeri (TKD) yang mencapai hingga 90 persen atau lebih, sehingga resistansi terhadap kondisi nilai tukar masih bisa kami jaga, kami minimalisir sesuai strategi kami,” jelas Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjawab pertanyaan Mobil123.com dalam konferensi video peluncuran virtual Ignis facelift beberapa waktu lalu.

Adapun alasan kedua, lanjut dia, adalah situasi penjualan mobil Tanah Air yang sedang sulit karena pandemi. Dengan kondisi pasar seperti ini, menaikkan harga ia nilai percuma.

“Mau enggak mau, bisa enggak bisa, kami harus jaga. Percuma kami naikkan tapi diskon kami gedein. Kasihan partner leasing kami,” tegasnya.

Alasan ketiga adalah karena model-model lokal tersebut, sejak 2019, diproyeksikan sebagai andalan utama penjualan. Suzuki ingin model-model tersebut menyumbang 90 persen penjualan mereka di Nusantara.

Seperti diketahui, pandemi virus Corona telah membuat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi target penjualan mobil 2020. Volume yang tadinya diperkirakan sekitar 1 juta unit atau relatif sama dengan tahun lalu akhirnya dikoreksi menjadi 600 ribu unit, menurut sekitar 40 persen.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sendiri saat ini sudah lebih membaik, jika melihat Kurs Referensi Jakarta Interbank Sport Dollar Rate (Jisdor). Rupiah yang sejak pertengahan Maret berada di level Rp 16 ribu-an/dollar AS mulai 13 April kemarin menguat di level Rp 15.700 – 15.800-an/dollar AS.

Pemerintah, di sisi lain, telah memprediksi perburukan ekonomi pada kuartal kedua dan ketiga 2020 gara-gara pandemi Corona. Proyeksi terburuk kurs yang coba dihindari sekuat tenaga adalah Rp 17.000 – 20.000 per dollar AS. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar