Penjualan Mobil Indonesia Diprediksi Baru Pulih Akhir 2021 dari Efek Corona

Berita Otomotif

Penjualan Mobil Indonesia Diprediksi Baru Pulih Akhir 2021 dari Efek Corona

JAKARTA – Transaksi jual – beli mobil di Indonesia mungkin baru benar-benar pulih dari efek pandemi virus Corona dan kembali ke kondisi normal pada semester kedua 2021, jika mengacu pada studi lembaga riset internasional yang kini sedang dipelajari pabrikan otomotif.

Seperti diberitakan sebelumnya, pandemi virus Corona atau Covid-19 yang diumumkan telah masuk Indonesia pada 2 Maret 2020 telah memukul industri otomotif. Penjualan Maret kemarin terjerembab 22 persen jika dibandingkan sebulan sebelumnya dan penjualan mobil 2020 diprediksi turun 40 persen dari setahun sebelumnya. Berbagai pabrikan juga sudah memutuskan menutup sementara pabrik selama dua pekan atau pun mengurangi kapasitas produksi.

Jodie O’Tania selaku Communication Director BMW Group Indonesia, mengatakan sejauh ini belum ada satu pun pabrikan yang bisa mengetahui pasti kapan pandemi virus Corona di Tanah Air berakhir. Begitu pula dengan sampai kapan pandemi ini memberikan dampak bagi para pabrikan.

“Sesuatu seperti ini pertama kalinya terjadi bagi kami semua… dan kami semua belum ada yang tahu ke depannya seperti apa,” tegasnya dalam video konferensi peluncuran M5 Edition 35 Years Edition pada akhir pekan lalu.

Amelia Tjandra, Marketing Director PT. Astra Daihatsu Motor, juga menerangkan pihaknya belum bisa memproyeksikan dengan pasti kapan pasar otomotif Tanah Air membaik. Akan tetapi, Daihatsu saat ini sedang mempelajari studi dari lembaga riset McKinsey.

“Kalau dari studi ini, diperkirakan skenario optimistisnya adalah baru recover (pulih) pada kuartal ketiga 2021. Skenario moderatnya diperkirakan di kuartal keempat 2021. Studi ini mengacu pada pasar China yang sudah lebih dulu alami Covid-19. Kemudian kami sedang coba lihat pada kondisi di Indonesia,” papar dia dalam konferensi video pada awal pekan ini.

China sendiri, menurut Amelia, berhasil mengatasi pandemi dengan relatif sigap. Dalam dua bulan, ‘Negeri Tirai Bambu’ sudah mengalami downtrend (tren penurunan kasus infeksi) terkait pandemi.

“Indonesia bisa jadi tak secepat China. BIN (Badan Intelijen Negara) kemarin mengatakan puncaknya adalah pada Juni atau Juli. Kalau asumsinya seperti itu, maka ini akan menjadi tahun sangat berat. Sri Mulyani bilang ekonomi bisa saja minus 0,4 persen. Melihat prediksi itu, revisi target penjualan mobil menjadi 600 ribu unit dari Gaikindo sudah lebih bagus,” tandas Amelia lagi.

Amelia menambahkan bahwa kalau China memakai skenario optimistis dari McKenzie, bisa saja Indonesia menggunakan skenario moderat atau bahkan pesimistis. Artinya, bisa saja industri otomotif nasional baru bangkit pada kuartal empat 2021 atau awal 2022.

“Kita lihat juga di Indonesia ini sektor industri yang bisa paling cepat recover yang mana. Otomotif untungnya termasuk yang moderat, tidak paling cepat tapi tidak juga paling lambat. Sektor industri yang paling cepat pulih itu retail,” pungkas dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar