SUV Listrik Jaguar i-Pace Akan Dipamerkan di Indonesia Akhir 2018

Berita Otomotif

SUV Listrik Jaguar i-Pace Akan Dipamerkan di Indonesia Akhir 2018

JAKARTA – Jaguar i-Pace rencananya bakal dibawa ke Indonesia pada akhir 2018, sayangnya belum untuk diluncurkan, melainkan hanya dipamerkan.

i-Pace merupakan sport utiity vehicle (SUV) listrik yang pertama kali diperlihatkan dalam bentuk konsep di Los Angeles Auto Show 2016. Versi jadinya sendiri dipertontonkan setahun setelah itu.

Peluncuran global maupun produksinya akan terjadi pada tahun ini. Adapun pasar pertama i-Pace antara lain Eropa dan beberapa negara Asia.

Chief Operating Officer Jaguar Land Rover (JLR) Indonesia Roland Staehler menjelaskan pihaknya sebenarnya sangat tertarik meluncurkan i-Pace di Indonesia. Namun, jika pun terjadi, i-Pace tak akan dipasarkan tahun ini di Tanah Air.

Ini karena Indonesia, menurut Staehler, masih belum punya skema yang jelas mengenai pajak dan bea masuk bagi mobil listrik. JLR Indonesia sendiri menunggu regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) berisi skema insentif pajak bagi mobil listrik yang ditargetkan terbit tahun ini.

“Saya percaya seluruh pemain industri otomotif di sini menunggu apa yang pemerintah akhirnya putuskan, termasuk apakah mobil impor utuh kelak mendapatkan insentif pajak atau tidak. Kami pun menunggu itu. Ada pasar-pasar yang sudah terlebih dulu punya skema pajak nol emisi seperti Singapura dan Hong Kong dan mereka dapat prioritas untuk i-Pace,” papar dia di sela-sela peluncuran Range Rover Sport dan Range Rover 2018, awal pekan ini di Jakarta.

Meski demikian, JLR Indonesia bakal mencoba meminjam i-Pace, setidaknya untuk dipamerkan di depan orang-orang kaya Indonesia. Kemungkinan, mereka baru berhasil meminjamnya di penghujung tahun.

“Mungkin di kuartal terakhir tahun ini,” ujar Staehler.

Harap-harap Cemas
Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian, dalam beberapa kesempatan mengatakan insentif pajak mobil hybrid dan mobil listrik kemungkinan akan diberikan bagi merek-merek yang berkomitmen merakitnya secara lokal dalam 3 – 5 tahun. JLR Indonesia mengaku sudah mendengar hal ini dan berharap pemikiran soal waktu perakitan lokal bisa lebih longgar sehingga merek kendaraan mewah tanpa pabrik di Indonesia seperti mereka pun dapat menikmati insentif pajak mobil listrik.

Staehler menjelaskan pasar mobil premium di Indonesia selama 10 tahun terakhir stagnan di angka 7.500 – 8.000 unit, sehingga keputusan membangun pabrik di negeri ini bagi JLR tak bisa dilakukan secepat 3 – 5 tahun. Volume penjualan mobil listrik murni pun menurut dia baru bisa benar-benar terdongkrak jika segala infrastruktur pendukunganya seperti stasiun pengecasan daya sudah baik.

“Pajak penjualan barang mewah (PPnBM) di Indonesia didasarkan atas kapasitas mesin. Kalau ini bisa berubah dan mobil tanpa mesin konvensional bisa tak bayar PPnBM, itu akan membantu sedikit. Saya juga bakal senang sekali jika diberikan insentif lebih dari itu, meski tampaknya pemerintah nantinya tetap mengombinasikan skema insentif pajak mobil listrik dengan komitmen perakitan lokal. Tapi kami tunggu saja sampai ini benar-benar terbit,” tukas Staehler yang pada September tahun lalu sempat berujar mencari kesempatan memasarkan i-Pace di Indonesia pada 2019. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual