Startup Mobil Listrik China Ini Tunda Gaji Karyawan, Terancam Bangkrut

Berita Otomotif

Startup Mobil Listrik China Ini Tunda Gaji Karyawan, Terancam Bangkrut

BEIJING – Byton, startup mobil listrik China, tidak bisa membayar gaji karyawan tepat waktu dan berpotensi gulung tikar.

Byton, seperti dilaporkan Nikkei Asian Review berdasarkan ‘bisikan’ sumber yang mengetahui permasalahan, menunda pembayaran upah pekerja di tengah molornya aktivitas operasional pabrik.

Awalnya, mereka ingin merakit versi produksi massal dari mobil konsep M-Byte pada 2019. Namun, hingga kini, mobil listrik purwarupa yang pertama kali diperkenalkan pada 2018 tersebut belum juga diproduksi secara luas.

Kalau pun aktivitas perakitan dilakukan sekarang, harganya disebut tidak bakal kompetitif jika dibandingkan dengan para kompetitor.

startup mobil listrik China Byton

Startup yang didirikan oleh mantan eksekutif BMW serta Nissan pada 2016 tersebut kini juga sedang menjalani persidangan. Mereka diajukan sebagai perusahaan bangkrut oleh kreditur Shanghai Huaxun Network System Co.

“Mungkin, Byton akan sangat sulit untuk bertahan,” ujar sang sumber yang menolak diungkap identitasnya.

Byton tidak menanggapi informasi-informasi tersebut, hingga berita dinaikkan.

Korporasi yang bermarkas di Nanjing ini sebenarnya memulai perjalanan dengan meyakinkan. Ketika masih bernama Future Mobility Corp., pada awal berdiri, Foxconn Technology Group serta Tencent Holding Ltd. menjadi dua nama beken yang menanamkan modal.

Pemerintah Daerah Nanjing pun membeli saham perusahaan tersebut.

Lalu, saat mereka mengganti nama menjadi Byton pada 2017, raksasa retail China Suning and Fullshare Holding datang sebagai investor baru dengan dana segar senilai 240 juta dollar AS.

Pada 2018, giliran FAW yang ‘mengguyur’ Byton. Pabrikan otomotif yang dimiliki oleh negara tersebut memberikan 500 juta dollar AS dalam pendanaan putaran B sekaligus menandatangi kesepakatan kerja sama di area-area seperti pengadaan, platform teknologi, maupun investasi.

Ini masih diikuti lagi dengan akuisisi salah satu unit bisnis FAW oleh Byton senilai 133 juta dollar AS pada tahun yang sama, untuk mendapatkan lisensi perakitan kendaraan.

startup mobil listrik China Byton

Akan tetapi, pusat-pusat riset dan pengembangan Byton yang terletak di dalam dan luar China disebut membutuhkan dana amat banyak. Celakanya, pada September 2019, mereka gagal menyelesaikan putaran pendanaan baru.

Pandemi Covid-19 memperburuk kesulitan keuangan yang mereka alami. Lalu, pada Juli 2020,  mereka menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional domestik dan merumahkan staf.

Segala usaha yang mereka lakukan hingga kini menemui jalan buntu. Tiga investor utama yakni Foxconn, FAW, maupun Pemerintah Daerah Nanjing disebut tidak lagi percaya untuk membantu kesulitan keuangan yang dialami Byton. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar