Siap-Siap, Gelombang Recall Besar akan Kembali Terjadi Karena Kesalahan Takata

Berita Otomotif

Siap-Siap, Gelombang Recall Besar akan Kembali Terjadi Karena Kesalahan Takata

JAKARTA - Gelombang recall besar-besaran diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat, masalahnya kembali gara-gara kesalahanan perusahaan Takata Corporation. Setelah in inflator airbag kini giliran sabuk pengaman buatan mereka.

Kabar mengenai hal tersebut datang dari perusahaan supplier otomotif asal Amerika Serikat, Joyson Safety System (JSS). Untuk diketahui, JSS adalah perusahaan yang mengambil alih Takata saat mengalami kebangkrutan pada April 2018.

Saat ini JSS sedang melakukan investigasi terhadap  sabuk pengaman yang pernah dibuat oleh Takata. Penyelidikan dilakukan terkait dengan urusan keamanan dan kekuatan perangkat tersebut yang telah dipasok ke produsen-produsen otomotif dunia.

Secara khusus JSS fokus pada pendalaman laporan data pengujian anyaman sabuk pengaman yang tidak akurat. Pengerjaan perangkat ini terjadi di fasilitas manufaktur di Hikone sebelah barat Nagoya, Jepang.

Data yang ditinjau terkait dengan beragam pengujian dari produk ke produk selama periode 20 tahun. Dan ini dinyatakan sebagai upaya substansial terkait masalah keselamatan penumpang.

"Investigasi sedang berlangsung dan JSS fokus untuk mengklarifikasi masalah yang mendesak, mengidentifikasi penyebab serta mengambil tindakan korektif yang tepat. Sejauh ini, JSS belum mengidentifikasi masalah lapangan terkait selama jangka waktu investigasi,” jelas JSS dalam sebuah pernyataan resminya.

Seiring dengan jalannya investigasi, JSS mengatakan secara paralel pihaknya sudah memberikan informasi kepada pabrikan-pabrikan mobil yang menjadi pelanggan Takata. Dan memperingatkan bahwa banyak dari pabrikan mobil itu telah mendapatkan sabuk pengaman Takata hasil dari produksi pabrik di Hikone.

Siap-Siap, Gelombang Recall Besar-Besaran akan Kembali Terjadi Karena Kesalahan Takata
Pada kesempatan ini, JSS juga memberikan informasi pada regulator atau pihak berwenang. Seperti diberitakan Reuters, Kementerian Transportasi Jepang kemudian mengambil langkah strategis, berdiskusi dengan pabrikan-pabrikan mobil membahas soal persiapan potensi recall karena safety belt Takata.

Pihak Kementerian juga langsung melakukan penyelidikan, menghitung berapa banyak kendaraan yang mengunakan sabuk pengamanan buatan Takata dan diproduksi serta beredar di Jepang. Termasuk kendaraan-kendaraan yang masuk dalam daftar ekspor ke luar Jepang.

Jika nanti investigasi terbukti, ditemukan kesalahan pada safety belt Takata, kehebohannya diperkirakan sama dengan saat terjadi kerusakan pada inflator air-bag. Jutaan kendaraan akan ditarik secara global termasuk di Indonesia, para pabrikan akan bekerja ekstra untuk memperbaikinya demi keselamatan para konsumen mereka. Sampai saat ini belum ada laporan kecelakaan fatal terkait masalah ini.

Recall yang akan terjadi tentu akan memakan waktu, tenaga dan juga dana yang besar. Bisa dipastikan banyak perusahaan otomotif akan tekor atau mengalami kerugian karena kasus ini seperti layaknya yang terjadi pada inflator airbag.

Contohnya, Honda Motor Company dikabarkan terpaksa mengeluarkan dana $ 85 juta atau sekitar Rp 1.247 triliun karena masalah inflator airbag Takata. Dan bisa dipastikan perusahaan lain juga mengalami hal yang relatif sama. Ditambah kali ini hampir seluruh pabrikan otomotif mengalami perlambatan atau kerugian akibat goyahnya ekonomi dunia di masa pandemi Covid-19.

Lalu bagaimana operasi recall besar-besaran ini akan dilakukan?, simak perkembangan selanjutnya. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar