Rusuh Revisi UU KPK dan RKUHP Bikin Penjualan Mobil Lesu Lagi

Berita Otomotif

Rusuh Revisi UU KPK dan RKUHP Bikin Penjualan Mobil Lesu Lagi

JAKARTA - Panasnya suhu politik serta ramainya demonstrasi memprotes revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi pukulan bagi pasar mobil di semester kedua. Bahkan, proyeksi penjualan mobil tahun ini akhirnya dikoreksi.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengatakan mereka sudah mengubah target transaksi jual-beli mobil Indonesia untuk tahun ini. Ada koreksi sebesar 100 ribu unit dari target sebelumnya.

“Kami sudah melakukan koreksi target. Jadi sampai akhir tahun kami mengoreksi dari 1,1 juta unit menjadi 1 juta,” ucapnya ketika dihubungi Mobil123.com pada Jumat (27/9/2019).

Revisi target, terang Nangoi, diputuskan pada awal September. Adapun alasannya adalah kondisi politik yang kembali bergolak khususnya akibat kontroversi UU KPK, dilanjutkan dengan RKUHP, sejak permulaan bulan ini.

Padahal, di semester satu pasar sudah lesu sebagai dampak dari panasnya Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) pada April. Ini berlanjut lagi dengan gugatan hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi oleh kubu calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Putusan MK pada akhir Juni akhirnya menolak permohonan mereka.

“Walaupun setelah Pilpres pasar sedikit membaik, tapi dengan kondisi politik memanas begini jadi agak menurun lagi, ya. Waktunya sudah terlalu mepet, sekarang sudah akhir September, minggu depan Oktober, kemudian November, dan Desember. Akhirnya kami harus merevisi,” tandasnya.

Revisi UU KPK serta RKUHP sendiri sampai membuat mahasiswa turun ke jalan untuk berdemonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta pada 23 - 24 September. Di daerah-daerah, demonstrasi mahasiswa juga terjadi.

Pada 25 September, giliran anak-anak Sekolah Teknik Mesin (STM) di Jakarta turun ke jalan. Mereka beralasan ingin melanjutkan perjuangan kakak-kakak mereka dan kerusuhan sempat terjadi di beberapa ruas jalan utama di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, data penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) Gaikindo menunjukkan bahwa performa pasar selama Januari - Agustus mencapai 660.286 unit. Volumenya sudah turun 13,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 763.444 unit.

“Kami harus kejar 340 ribu lagi. Dibagi empat bulan, 85 ribu-an unit per bulan. Mudah-mudahan masih bisa masuk,” tutup Nangoi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar